10 Negara dengan Risiko Gempa Relatif Rendah, Ada Singapura dan Finlandia

Bendera Qatar. (Anadolu Agency)

10 Negara dengan Risiko Gempa Relatif Rendah, Ada Singapura dan Finlandia

Putri Purnama Sari • 18 August 2026 20:35

Jakarta: Gempa bumi menjadi salah satu bencana alam yang dapat terjadi di berbagai wilayah dunia. Sejumlah negara memiliki tingkat risiko gempa yang lebih tinggi karena berada di sekitar zona pertemuan dan pergerakan lempeng tektonik, termasuk kawasan Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik.

Ring of Fire merupakan kawasan yang mengelilingi Samudra Pasifik dan dikenal memiliki aktivitas tektonik serta vulkanik yang tinggi. Wilayah ini menjadi tempat bertemunya sejumlah lempeng tektonik sehingga aktivitas gempa dan gunung api cukup sering terjadi.

Meski demikian, gempa bumi tidak hanya terjadi di kawasan Ring of Fire. Tingkat bahaya dan risiko seismik setiap negara juga berbeda, bergantung pada kondisi geologi, aktivitas tektonik, serta tingkat kerentanan wilayah.

Global Earthquake Model (GEM) Foundation melalui Country/Territory Seismic Risk Profiles v2026.0.0 telah melampirkan informasi terkait risiko gempa di berbagai negara dan teritori. 

Berikut sejumlah negara yang relatif aman dari risiko gempa berdasarkan karakteristik bahaya dan risiko seismik yang rendah dalam pemodelan GEM.

Daftar Negara dengan Risiko Gempa Relatif Rendah

1. Qatar

Qatar merupakan negara di kawasan Timur Tengah yang memiliki risiko gempa relatif rendah. Negara ini tidak berada tepat di kawasan batas lempeng tektonik aktif seperti sejumlah wilayah di Mediterania.

Meski demikian, Qatar bukan berarti sepenuhnya terbebas dari gempa karena wilayah tersebut masih dapat merasakan guncangan akibat aktivitas tektonik di kawasan sekitarnya.

2. Bahrain

Bahrain juga termasuk negara dengan risiko gempa relatif rendah. Negara yang berada di kawasan Teluk Persia ini secara umum memiliki aktivitas seismik yang lebih rendah dibandingkan wilayah yang terletak langsung di zona subduksi atau batas lempeng tektonik aktif.

Kendati demikian, gempa tetap dapat terjadi atau dirasakan di wilayah Bahrain akibat aktivitas tektonik di kawasan sekitarnya. 3. Singapura

Singapura merupakan negara di Asia Tenggara yang tidak berada tepat di atas batas lempeng tektonik aktif. Meski berada relatif dekat dengan sejumlah negara yang memiliki aktivitas seismik tinggi, Singapura termasuk wilayah dengan risiko gempa yang relatif rendah.

Guncangan akibat gempa dari wilayah sekitar masih mungkin dirasakan, tetapi risiko terjadinya gempa kuat di Singapura relatif lebih rendah dibandingkan negara-negara yang berada langsung di zona tektonik aktif.

4. Luksemburg

Luksemburg berada di Eropa Barat dan relatif jauh dari kawasan dengan aktivitas seismik tinggi seperti wilayah Mediterania. Kondisi geologis tersebut membuat risiko gempa di Luksemburg relatif rendah jika dibandingkan dengan sejumlah negara Eropa Selatan yang berada lebih dekat dengan batas lempeng aktif.

5. Denmark


Ilustrasi Medcom.id

Denmark juga termasuk negara Eropa dengan aktivitas seismik yang relatif rendah. Aktivitas gempa di wilayah Denmark jauh lebih rendah dibandingkan beberapa negara Eropa yang memiliki aktivitas tektonik lebih tinggi, seperti Yunani, Italia, dan Turki.

Meski demikian, gempa bumi tetap dapat terjadi di Denmark meskipun dengan intensitas dan frekuensi yang relatif rendah.

6. Finlandia

Finlandia berada jauh dari batas lempeng tektonik aktif. Wilayahnya terletak di bagian stabil Lempeng Eurasia dan jauh dari batas lempeng konvergen, tempat terjadinya proses subduksi.

Kondisi tersebut membuat risiko gempa di Finlandia relatif lebih rendah dibandingkan negara-negara yang berada di sepanjang zona subduksi atau sesar aktif.

7. Swedia

Swedia juga berada di wilayah yang relatif stabil di dalam Lempeng Eurasia dan jauh dari batas lempeng tektonik utama. Gempa bumi tetap dapat terjadi di negara tersebut, tetapi sebagian besar aktivitas seismik yang terjadi cenderung memiliki magnitudo rendah.

Karena itu, Swedia termasuk negara dengan risiko gempa relatif rendah dibandingkan wilayah yang berada di dekat batas lempeng aktif.

8. Irlandia

Irlandia merupakan negara Eropa yang tidak berada di kawasan dengan aktivitas tektonik tinggi. Letaknya relatif jauh dari zona gempa aktif di kawasan Mediterania maupun batas lempeng yang memiliki aktivitas tinggi. Kondisi tersebut membuat risiko gempa di Irlandia tergolong relatif rendah.
  9. Belarus

Belarus berada di Eropa Timur dan relatif jauh dari kawasan dengan aktivitas tektonik tinggi. Kondisi ini berbeda dengan sejumlah wilayah Eropa Selatan dan Mediterania yang berada lebih dekat dengan zona pertemuan Lempeng Afrika dan Lempeng Eurasia.

Dengan kondisi geologi tersebut, Belarus memiliki risiko gempa yang relatif rendah.

10. Norwegia

Sebagian besar wilayah Norwegia berada cukup jauh dari batas lempeng utama. Hal tersebut membuat risiko gempa di negara ini relatif rendah dibandingkan negara-negara yang terletak di kawasan dengan aktivitas tektonik tinggi.

Meski begitu, Norwegia tetap dapat mengalami gempa bumi, sehingga istilah yang lebih tepat adalah risiko relatif rendah, bukan bebas dari gempa.


(Yaumil Tianri Rahmi)

(Putri Purnama Sari)