Israel sertakan foto Wali Kota New York Zohran Mamdani dalam kampanye politik PM Benjamin Netanyahu. Foto: The New York Times
Jelang Pemilu Israel, Netanyahu Gunakan Mamdani dan Mojtaba Khamenei dalam Poster Kampanye
Muhammad Reyhansyah • 18 August 2026 10:30
Tel Aviv: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyertakan Wali Kota New York Zohran Mamdani ke dalam iklan kampanye Partai Likud yang menampilkan sejumlah tokoh yang diposisikan sebagai lawan Israel menjelang pemilu Israel pada Oktober mendatang.
Melansir The Independent, Selasa, 18 Agustus 2026, poster tersebut menampilkan Mamdani bersama Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan Sekretaris Jenderal Hizbullah Naim Qassem dengan latar belakang hitam.
Di samping gambar mereka terdapat tulisan, "Mereka ingin Netanyahu kalah, jangan biarkan mereka menang."
Netanyahu kemudian mengunggah kembali poster tersebut melalui media sosial dengan menambahkan pesan, "Jangan biarkan mereka menang."
Kemunculan Mamdani dalam poster itu terjadi setelah perseteruannya dengan Netanyahu terkait surat perintah penangkapan yang dikeluarkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terhadap perdana menteri Israel tersebut pada 2024.
Mamdani sebelumnya menyerukan agar pemerintah federal Amerika Serikat menegakkan surat perintah tersebut jika Netanyahu berada di AS. Ia bahkan mengatakan Netanyahu seharusnya berada di Den Haag, tempat markas ICC.
"Saya percaya Perdana Menteri Netanyahu berada di Den Haag. Dia adalah penjahat perang yang telah didakwa oleh Mahkamah Pidana Internasional," kata Mamdani dalam wawancara dengan The New York Times.
Mamdani kemudian mengklarifikasi bahwa penangkapan Netanyahu berada di luar kewenangan pemerintah kota New York dan menyerukan pemerintah federal AS mengambil tindakan.
Pernyataan tersebut memicu kecaman dari pemerintah Israel. Duta Besar Israel untuk PBB Danny Danon menuduh Mamdani bersikap antisemit dan mendukung Hamas, sementara Netanyahu menyebut pernyataan wali kota New York itu sebagai "ujaran kebencian".
Presiden AS Donald Trump juga membela Netanyahu dan menegaskan perdana menteri Israel tersebut tidak akan ditangkap selama berada di Amerika Serikat.
Pemilu Israel dijadwalkan berlangsung pada Oktober tahun ini dan akan menjadi ujian politik bagi Netanyahu sejak perang yang dipicu serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.