Kota Bandung Jadi Pilot Project Nasional Pemberdayaan UMKM dan Ekonomi Kreatif

Suasana sesi dialog para pelaku UMKM di Kota Bandung bersama Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) di Bandung Creative HUB, Selasa, 12 Mei 2026.

Kota Bandung Jadi Pilot Project Nasional Pemberdayaan UMKM dan Ekonomi Kreatif

Roni Kurniawan • 12 May 2026 20:16

Bandung: Kota Bandung dipercaya menjadi daerah pertama pelaksanaan program Perintis Berdaya Connect yang diluncurkan oleh Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM). Program ini digagas sebagai solusi terpadu atau one stop solution untuk memperkuat pemberdayaan UMKM, ekonomi kreatif, koperasi, hingga pelaku usaha masyarakat agar lebih produktif dan mandiri.

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison, mengatakan program tersebut hadir untuk membantu pelaku usaha masyarakat berkembang melalui berbagai dukungan terintegrasi.

"Perintis Berdaya Connect ini adalah one stop solution untuk pemerintah pusat maupun daerah dalam membantu memberdayakan UMKM, ekonomi kreatif, koperasi, dan usaha masyarakat lainnya supaya lebih produktif," kata Leontinus di Bandung Creative Hub, Selasa, 12 Mei 2026.

Leontinus memaparkan, program tersebut memiliki sejumlah pilar utama, mulai dari capacity building, akses usaha, pembiayaan, hingga perluasan pasar. Para pelaku usaha juga akan dibantu memperoleh akses bahan baku, teknologi produksi, pemasaran omnichannel, legalitas usaha, hingga hak kekayaan intelektual (HAKI). Selain itu, pelaku usaha yang mulai berkembang juga akan difasilitasi mendapatkan akses pembiayaan agar mampu meningkatkan kapasitas usahanya.
 


Leontinus mengaku, program ini tidak hanya bertujuan mempertahankan usaha masyarakat, tetapi juga mendorong mereka naik kelas. Indikatornya tidak sekadar peningkatan omzet, tetapi juga kemampuan menggunakan teknologi, memperluas tenaga kerja, hingga memperkuat daya saing usaha.

"Harapannya mereka tidak hanya mempertahankan bisnisnya, tapi juga bisa naik kelas. Bagi yang tadinya belum menggunakan teknologi bisa menggunakan teknologi yang lebih baik. Yang belum mendapatkan pembiayaan kita bantu mendapatkan akses pembiayaan," tandas Leontinus.

Diakui Leontinus, Perintis Berdaya Connect merupakan bagian dari strategi pengentasan kemiskinan sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 8. Pemerintah pusat menargetkan masyarakat tidak hanya menerima bantuan sosial, tetapi juga menjadi produktif, berdaya, dan mandiri secara ekonomi.

"Targetnya masyarakat Indonesia bukan hanya menerima bantuan sosial, tapi setelah itu bisa produktif, bisa berdaya, dan akhirnya mandiri," sahut Leontinus.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, mengapresiasi Kemenko PM karena telah menunjuk Bandung sebagai pilot project program Perintis Berdaya Connect.

Menurut Adi, Kota Bandung memiliki kekuatan besar di sektor ekonomi kreatif, khususnya kuliner, fesyen, dan kriya. Namun ke depan, program ini juga diharapkan dapat menjangkau subsektor lain seperti digital media dan industri kreatif berbasis teknologi.

"Berbagai kemungkinan untuk memajukan ekonomi kreatif di Kota Bandung akan kita kolaborasikan. Tentu nanti dibimbing dari Kemenko PM dan akan terus kita sebarkan informasinya kepada para pelaku ekonomi kreatif di Kota Bandung," ungkap Adi.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)