Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar (tengah). Foto: Antara.
Menag Minta Percepatan Program MBG untuk Santri dan Siswa Sekolah Keagamaan
Anggi Tondi Martaon • 29 July 2026 14:45
Jakarta: Kementerian Agama (Kemenag) meminta ada akselerasi untuk mempercepat perluasan jangkauan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi para santri pondok pesantren, madrasah, serta lembaga pendidikan keagamaan lainnya di Indonesia. Sebab, jumlah penerima manfaat dari sekolah keagaam dinilai masih sangat minim.
"Pondok pesantren ini boleh dikatakan yang paling memerlukan sentuhan, tetapi ternyata baru satu persen yang bisa tersentuh oleh program ini," kata Menteri Agama Nasaruddin Umar dikutip dari Antara, Rabu, 29 Juli 2026.
Nasaruddin optimistis dengan dukungan dari kementerian lembaga terkait, terutama untuk mengatasi dan mempercepat penyelesaian pemenuhan gizi ini. Keyakinan tersebut tak lepas dari kepemimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN).
_%20Foto-%20Metrotvnews_com_Hendrik(6)(1).jpg)
Ilustrasi Makan Bergizi Gratis (MBG). Foto: Metrotvnews.com/Hendrik.
Kemenag menilai pendataan jumlah sasaran santri penerima manfaat dan zonasi wilayah sebarannya adalah yang paling penting. Hal itu dinilai masih menjadi tantangan dibalik capaian program MBG dilingkungan pendidikan keagamaan.
Data Kemenag mencatat jumlah santri di Indonesia saat ini lebih dari 6,2 juta jiwa. Mereka tersebar di 42 ribu lembaga pendidikan pesantren.
"Dan dengan demikian kalau data kita tepat, maka saya kira gampang sekali kita mengurai permasalahan," ujar Nasaruddin.
Selain itu, Nasaruddin memastikan bahwa Kemenag akan bersikap proaktif dalam memfasilitasi kerja sama dengan BGN dengan seluruh jaringan pondok pesantren dan madrasah. Komitmen tersebut guna mengejar target pemenuhan gizi para santri.