Bakom Sebut Reformasi BGN Kembalikan Ratusan Miliar Rupiah ke Negara

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari. Foto: Antara.

Bakom Sebut Reformasi BGN Kembalikan Ratusan Miliar Rupiah ke Negara

Gabriella Thesa Widiari • 28 July 2026 23:55

Jakarta: Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari mengatakan, reformasi tata kelola Badan Gizi Nasional (BGN) telah menyelamatkan ratusan miliar rupiah ke kas negara. Hal ini seiring ditemukannya ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bermasalah.

"BGN juga menemukan 414 SPPG yang belum beroperasi, tetapi telah menerima pencairan anggaran atau memiliki rekening virtual ganda sehingga ratusan miliar berhasil dikembalikan ke kas negara," kata Qodari, dilansir dari Antara, Selasa, 28 Juli 2026.

Menurutnya, temuan itu bagian dari pembenahan tata kelola progam Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilakukan selama kepemmpinan Nanik S. Deyang di BGN. Ada 11 langkah yang ditujukan untuk memperkuat tata kelola sekaligus meningkatkan efektivitas pelaksanaan program MBG.

Dia menjelaskan, pembenahan itu diawali dengan evaluasi terhadap hampir 28.000 SPPG di seluruh Indonesia. Selain itu, BGN juga mengklasifikasikan sekitar 3.000 dapur berdasarkan standar kualitas dan keamanan pangan serta menata ekspansi pembangunan dapur dengan memprioritaskan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

"Di bawah kepemimpinan beliau, BGN berhasil mempercepat pembenahan tata kelola program MBG melalui 11 langkah reformasi," ujar Qodari.

Qodari mengatakan, estafet pembenahan tata kelola tersebut kini dilanjutkan oleh Sudaryono setelah Presiden Prabowo Subianto memberikan mandat kepada mantan Wakil Menteri Pertanian itu sebagai Kepala BGN yang baru.


Ilustrasi Makan Bergizi Gratis (MBG). Foto- Metrotvnews.com/Hendrik

Menurut dia, pergantian kepemimpinan itu merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk terus menyempurnakan pelaksanaan program MBG. Sehingga BGN semakin dapat diandalkan dan cepat merespons berbagai persoalan di lapangan.

"Pergantian pimpinan di BGN sama sekali tidak menggeser apalagi menyurutkan komitmen utama pemerintah. Program MBG tetap dan akan terus menjadi investasi terbaik kita untuk menjemput cita-cita besar Indonesia Emas 2045," kata Qodari.

(Gabriella Thesa Widiari)