Prabowo Saksikan Kerja Sama Danantara dan ARM Perkuat Ekosistem Semikonduktor

Presiden Prabowo Subianto. Foto: Dok. BPMI Sekretariat Presiden.

Prabowo Saksikan Kerja Sama Danantara dan ARM Perkuat Ekosistem Semikonduktor

Bianca Anggelina Gendis • 24 February 2026 12:32

London: Presiden Prabowo Subianto menyaksikan langsung penandatanganan perjanjian kerangka kerja antara Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia dan perusahaan teknologi global, ARM Limited, di London, Inggris, Senin, 23 Februari 2026. Langkah strategis ini menandai komitmen besar pemerintah dalam mendorong penguasaan teknologi semikonduktor sebagai bagian dari transformasi ekonomi berbasis inovasi menuju visi Indonesia Emas 2045.

“Ini merupakan kerja sama Indonesia agar Indonesia bisa menguasai teknologi semikonduktor, dan ARM ini adalah salah satu perusahaan yang menguasai pasar semikonduktor terutama dari segi desain. Jadi ini yang paling hulu daripada industri semikonduktor itu sendiri,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam keterangan yang dikutip dari laman Youtube Sekretariat Presiden, Selasa, 24 Februari 2026.
 



Kerja sama ini difokuskan pada pengembangan desain chip dan penguatan ekosistem semikonduktor nasional. Airlangga menyebut ARM saat ini menguasai sekitar 96 persen teknologi chip otomotif global serta 94 persen desain chip untuk data center dan Kecerdasan Buatan (AI). 

Melalui kemitraan ini, Indonesia menargetkan pelatihan 15 ribu engineer. Agar mereka mampu menguasai teknologi chip design dan generasi lanjutan semikonduktor.


Presiden Prabowo Subianto. Foto: Dok. BPMI Sekretariat Presiden.

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa pengembangan akan mencakup enam desain chip berbasis Intellectual Property strategis, mulai dari otomotif, Internet of Things (IoT), hingga teknologi masa depan seperti autonomous vehicle dan quantum computing.

“Memang akan ada enam industri yang akan dipilih untuk pengembangan dari chips ini dan rencananya juga seperti yang disampaikan Pak Menko ada 15 ribu engineer kita yang akan di-train, dilatih oleh ARM ini baik dengan mengirimkan mereka ke sini ataupun nanti pengajar mereka akan datang ke Indonesia dengan modul-modulnya,” ujar Rosan.

Pemerintah menilai kolaborasi ini sebagai strategi leapfrog digital untuk mengubah posisi Indonesia dari sekadar konsumen teknologi menjadi produsen bernilai tinggi dalam rantai pasok global. Kemitraan strategis ini diharapkan menjadi pendorong utama (turbocharger) bagi kemandirian teknologi nasional di masa depan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)