Pemprov Jabar Pantau 3.960 Warganya di Timur Tengah

Gedung Sate di Kota Bandung, Jawa Barat. (Medcom.id)

Pemprov Jabar Pantau 3.960 Warganya di Timur Tengah

Roni Kurniawan • 4 March 2026 16:48

Bandung: Terdapat 3.960 warga Jawa Barat (Jabar) tercatat berada di sejumlah negara Timur Tengah. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar terus memantau kondisi ribuan warga tersebut menyusul memanasnya konflik Israel-Amerika Serikat dan Iran.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat, Adi Komar, mengatakan sebaran warga Jabar tersebut berada di Iran, Turki, Arab Saudi, Oman, Kuwait, dan Bahrain. Mayoritas dari mereka merupakan pekerja migran, sementara sebagian lainnya tercatat sebagai mahasiswa.

"Pada tahap pertama ini kami melakukan pendataan dan memastikan kondisi mereka. Kami berharap seluruh warga Jabar di Timur Tengah dalam keadaan baik," ujar Adi di Bandung, Rabu, 4 Maret 2026.

Pemprov Jabar melakukan pemantauan melalui grup koordinasi yang telah dibentuk. Selain itu, pemerintah daerah juga membuka layanan hotline bagi warga Jabar yang ingin melaporkan kondisi maupun membutuhkan bantuan.

Warga dapat menghubungi nomor 0821-2603-0038 untuk menyampaikan laporan. Informasi yang masuk akan ditindaklanjuti dan dikoordinasikan bersama pemerintah pusat serta perwakilan Republik Indonesia di masing-masing negara.

Ilustrasi - Serangan AS dan Israel ke Iran pada 2026. ANTARA/Dokumentasi Pribadi

Adi mengimbau warga Jabar di kawasan terdampak untuk tetap tenang dan mengikuti arahan resmi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) setempat serta pemerintah negara tempat tinggal.

Masyarakat juga diminta terus memantau perkembangan situasi melalui sumber informasi resmi guna menghindari kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)