Korea Selatan Serukan Percepatan Kerja Sama Industri Pertahanan dengan NATO

Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung. (Anadolu Agency)

Korea Selatan Serukan Percepatan Kerja Sama Industri Pertahanan dengan NATO

Willy Haryono • 8 July 2026 08:43

Ankara: Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung menyerukan percepatan kerja sama industri pertahanan antara negaranya dan NATO dalam Forum Industri Pertahanan yang digelar di sela-sela KTT NATO di Ankara, Turki, Selasa (8/7).

Dalam pidato utamanya, Lee menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi di sektor pertahanan, termasuk melalui penelitian bersama di bidang teknologi mutakhir.

Mengutip Yonhap News Agency, Rabu, 8 Juli 2026, Lee mengusulkan perluasan riset bersama antara Korea Selatan dan NATO dengan membangun kerja sama yang selama ini telah terjalin di bidang amunisi dan teknologi antariksa.

"Kemampuan keamanan kedua pihak akan meningkat secara signifikan ketika pengalaman NATO selama puluhan tahun dipadukan dengan kapasitas produksi yang andal dan kemampuan teknologi Korea Selatan yang telah terbukti," kata Lee dalam sesi bertajuk Shared Values, Stronger Industrial Base.

Menurutnya, kemampuan penangkalan saat ini tidak lagi hanya ditentukan oleh kemampuan memproduksi senjata secara cepat dan andal, tetapi juga oleh ketahanan rantai pasok global.

"Dalam era baru ini, kelangsungan hidup sebuah negara bertumpu pada fondasi industri pertahanannya. Karena itu, kita harus membahas kerja sama hari ini," ujarnya.

Lee juga mengusulkan peningkatan hubungan pertahanan kedua pihak menjadi skema Korea-NATO Defense Industry Partnership 2.0, yang tidak lagi hanya berfokus pada penjualan senjata, tetapi juga mencakup penelitian, produksi, dan pengoperasian sistem pertahanan secara bersama.

Ia turut mengusulkan penerapan mekanisme serupa dengan sistem pengelolaan cadangan minyak strategis milik International Energy Agency (IEA) untuk sektor industri pertahanan.

"Korea Selatan akan tetap menjadi mitra paling terpercaya bagi Anda. Sebagai mitra kerja sama keamanan yang berkomitmen menjaga perdamaian dan kemakmuran global, kami akan terus melangkah bersama NATO menuju dunia yang lebih aman," kata Lee.

KTT NATO di Ankara mempertemukan para pemimpin dari 32 negara anggota aliansi serta sejumlah negara mitra untuk membahas kapasitas pertahanan Eropa, target belanja pertahanan NATO, modernisasi militer, serta dukungan berkelanjutan bagi Ukraina.

Pertemuan di Ankara menjadi KTT NATO kedua yang diselenggarakan Turki setelah Istanbul menjadi tuan rumah pada 2004.

Baca juga:  KTT NATO Dimulai di Ankara, Anggaran Pertahanan dan Isu Ukraina Jadi Sorotan

(Willy Haryono)