Masih Sombong, Menhan Israel Sebut Tak Ada yang Bisa Mengatur Negaranya

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz. Foto: Anadolu

Masih Sombong, Menhan Israel Sebut Tak Ada yang Bisa Mengatur Negaranya

Muhammad Reyhansyah • 19 June 2026 19:55

Tel Aviv: Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz menegaskan, negaranya akan merespons dengan segera dan tegas jika diserang Iran, seraya menyatakan bahwa tidak ada pihak yang dapat menentukan tindakan Israel.

“Jika Iran menyerang kami, kami akan bertindak segera dan merespons dengan kekuatan. Tidak ada yang bisa memberi tahu kami apa yang harus dilakukan, dan kami telah membuktikannya,” kata Katz dalam wawancara dengan Channel 14, dikutip dari Anadolu, Jumat, 19 Juni 2026.

Katz menambahkan Israel memiliki seluruh kemampuan yang diperlukan untuk merespons ancaman, baik secara langsung maupun pada waktu yang dianggap tepat.

“Kami tidak pernah meminta Amerika Serikat untuk berperang bersama kami melawan Hizbullah di Lebanon, unsur-unsur jihadis di Suriah, maupun Hamas di Gaza. Kami melakukannya sendiri,” ujarnya.

Menurut Katz, Israel hanya mengharapkan dukungan diplomatik dari Amerika Serikat untuk mempertahankan haknya dalam menghadapi berbagai ancaman di kawasan.

Ia juga menegaskan Israel tidak akan menarik pasukannya dari zona keamanan yang saat ini dikuasai di Lebanon, Suriah, maupun Jalur Gaza.

“Di Lebanon, Suriah, dan Gaza, kami tidak akan meninggalkan zona keamanan itu dalam keadaan apa pun,” katanya.

Vance Kritik Pejabat Israel

Pernyataan Katz disampaikan beberapa hari setelah Amerika Serikat dan Iran menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang bertujuan mengakhiri pertempuran di seluruh front, termasuk di Lebanon.

Sejumlah pejabat Israel mengkritik kesepakatan tersebut dan menyatakan tidak akan mengikuti ketentuan yang tercantum di dalamnya. Sikap itu memicu respons keras dari Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance.

Berbicara di Gedung Putih pada Kamis, Vance mengecam sejumlah anggota kabinet Israel yang menyerang kesepakatan antara Washington dan Teheran.

“Jika saya berada di kabinet pemerintah Israel, saya mungkin tidak akan menyerang satu-satunya sekutu kuat yang masih saya miliki di seluruh dunia,” kata Vance.

Ia juga menyebut beberapa anggota pemerintahan Israel telah “secara pribadi menyerang Presiden Amerika Serikat.”

Mediator dari Pakistan sebelumnya mengumumkan memorandum tersebut telah resmi berlaku. Berdasarkan kesepakatan itu, Iran akan mulai membuka kembali Selat Hormuz untuk pelayaran internasional, sementara Amerika Serikat secara bertahap mencabut blokade laut terhadap Iran.

Meski demikian, serangan Israel di Lebanon masih terus berlanjut setelah tengah malam, meskipun kesepakatan AS-Iran dilaporkan mencakup ketentuan untuk mengakhiri permusuhan di Lebanon.

Menurut data resmi terbaru, ofensif militer Israel di Lebanon sejak 2 Maret telah menewaskan 3.912 orang, melukai 11.873 lainnya, dan menyebabkan lebih dari satu juta warga mengungsi.

(Fajar Nugraha)