Ilustrasi. Foto: dok MI.
Sertifikasi Halal Buka Peluang Pasar bagi Produk UMK
Husen Miftahudin • 6 October 2026 15:46
Jakarta: Sebanyak 20 pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) mendapat pendampingan dan fasilitasi sertifikasi halal melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pemberdayaan UMK Maritimepreneur. Program tersebut ditujukan untuk membantu pelaku usaha memahami proses sertifikasi halal sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan dan daya saing produk.
PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PT PSL), sebagai penyelenggara program, bekerja sama dengan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) DKI Jakarta dalam memberikan pendampingan kepada para pelaku UMK.
Senior Vice President Sekretariat Perusahaan PT Pelindo Sinergi Lokaseva Dewi Fitriyani mengatakan pendampingan tidak hanya berfokus pada proses memperoleh sertifikat halal, tetapi juga peningkatan pemahaman dan kualitas produk.
"Program TJSL Pemberdayaan UMK Maritimepreneur ini tidak hanya ditujukan untuk membantu pelaku usaha memperoleh sertifikasi halal, tetapi juga mendorong peningkatan pemahaman, kualitas produk, dan daya saing UMK. Kami berharap pendampingan yang diberikan dapat menjadi langkah awal bagi para pelaku usaha untuk berkembang secara berkelanjutan dan naik kelas," ujar Dewi seperti dikutip dari keterangan tertulis, Selasa, 6 Oktober 2026.
Pendampingan kepada pelaku UMK dilakukan melalui sejumlah tahapan. Kegiatan tersebut mencakup pelatihan halal dan Sistem Jaminan Produk Halal, pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), pembuatan akun SiHalal dan CEROL, serta verifikasi data pelaku usaha.
Pelaku UMK juga mendapat pendampingan dalam proses sertifikasi halal hingga pemeriksaan kehalalan produk. Sertifikasi halal diharapkan dapat memperkuat kepercayaan konsumen sekaligus memberikan peluang bagi pelaku UMK untuk mengembangkan pasar produknya.

(Pendampingan dan fasilitasi sertifikasi halal melalui Pemberdayaan UMK Maritimepreneur. Foto: dok Pelindo Sinergi Lokaseva)
Sertifikasi halal untuk penguatan UMK
Wakil Direktur Bidang Umum dan SDM Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) LPPOM Jakarta Kiai Haji Abdul Muin mengapresiasi pendampingan sertifikasi halal bagi pelaku usaha makanan dan minuman.
"Kami mengapresiasi empati, kepedulian dan komitmen PT Pelindo Sinergi Lokaseva serta Pelindo dalam menghadirkan program yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan menjadi ikhtiar bersama untuk menghadirkan keberkahan serta manfaat yang lebih luas bagi para pelaku usaha," ungkap Abdul Muin.
Salah satu peserta program, Rehan Mujahid, mengatakan pendampingan tersebut memberikan pemahaman lebih baik mengenai pentingnya sertifikasi halal dalam pengembangan usaha.
"Terima kasih PT Pelindo Sinergi Lokaseva karena kami berkesempatan mengikuti program TJSL ini. Kami berharap program ini dapat membantu usaha kami menjadi lebih baik, meningkatkan kepercayaan konsumen, dan membuka peluang untuk berkembang ke depannya. Kami berharap ke depan program ini dapat berkelanjutan," ungkap Rehan.
Adapun program pendampingan sertifikasi halal tersebut melanjutkan inisiatif serupa yang telah dilaksanakan pada 2022 di wilayah Jakarta Utara. Dewi mengatakan pemberdayaan UMK menjadi bagian dari penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya melalui penguatan sumber daya manusia dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
"Melalui Program TJSL Pemberdayaan UMK Maritimepreneur, kami ingin menghadirkan sinergi dan solusi yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. Kami berharap program ini dapat memperkuat kemandirian dan daya saing pelaku usaha, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan," tutup Dewi.