Jejaring Alumni Perguruan Tinggi Jadi Ruang Berbagi Pengetahuan dan Peluang Kolaborasi

Muhammad Harun Alrasyid, Noni Noerkaisar, Irvandi Gustari, Minto Yuwono, Nabianca Satria, M. Dzikri Akbar (kiri ke kanan). Dokumentasi/ istimewa.

Jejaring Alumni Perguruan Tinggi Jadi Ruang Berbagi Pengetahuan dan Peluang Kolaborasi

Deny Irwanto • 5 October 2026 19:37

Jakarta: Jejaring alumni perguruan tinggi dinilai memiliki potensi untuk memperluas kolaborasi di bidang pendidikan, dunia usaha, pengembangan kompetensi, hingga pemberdayaan masyarakat. Peran tersebut dapat berkembang seiring semakin banyaknya program yang mempertemukan alumni dengan almamater, mahasiswa, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan.

Upaya memperkuat peran jejaring alumni salah satunya dilakukan Himpunan Alumni Sekolah Bisnis IPB (HA SB-IPB) melalui Musyawarah Nasional (Munas) III di Kampus Sekolah Bisnis IPB, Bogor, baru-baru ini. Forum tersebut juga menetapkan Irvandi Gustari untuk kembali memimpin HA SB-IPB periode 2026-2030.

"Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk kembali dipercaya memimpin Himpunan Alumni Sekolah Bisnis IPB. Kepercayaan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap kerja bersama seluruh pengurus, alumni, almamater, dan mitra yang berkolaborasi selama empat tahun terakhir," kata Irvandi dalam keterangan tertulis, Senin, 5 Oktober 2026.

Irvandi sebelumnya menjabat sebagai Ketua Umum HA SB-IPB periode 2022-2026. Dalam Munas III, ia kembali terpilih secara aklamasi untuk melanjutkan kepemimpinannya.

Irvandi mengatakan mandat tersebut menjadi tanggung jawab untuk melanjutkan kerja sama yang telah dibangun selama empat tahun terakhir sekaligus memperluas keterlibatan alumni. Menurut Irvandi, periode kepengurusan 2026-2030 akan diarahkan untuk memperkuat keterlibatan alumni. Keberadaan organisasi juga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi alumni, almamater, dan masyarakat.

Selama periode 2022-2026, HA SB-IPB mencatat telah menyelenggarakan lebih dari 125 kegiatan dengan melibatkan lebih dari 6.500 peserta dan penerima manfaat serta berkolaborasi dengan lebih dari 200 mitra.

Berbagai kegiatan tersebut dijalankan melalui empat pilar, yakni Career and Competence Advancement, Community Empowerment, Corporate Partnership, dan Connectivity Enablement.


Muhammad Harun Alrasyid, Noni Noerkaisar, Irvandi Gustari, Minto Yuwono, Nabianca Satria, M. Dzikri Akbar (kiri ke kanan). Dokumentasi/ istimewa.

Program pengembangan karier dan kompetensi diarahkan untuk membantu alumni, lulusan baru, serta mahasiswa meningkatkan kesiapan menghadapi dunia kerja, dunia usaha, dan pendidikan lanjutan. Sementara pemberdayaan masyarakat mencakup berbagai kegiatan sosial, termasuk bantuan dan beasiswa bagi mahasiswa yang membutuhkan.

Kolaborasi dengan dunia usaha dan institusi juga dikembangkan melalui program magang mahasiswa serta penjajakan kerja sama dan pengembangan usaha. Adapun penguatan konektivitas alumni dilakukan melalui seminar, forum alumni, serta berbagai kegiatan yang mempertemukan alumni lintas angkatan, profesi, industri, dan wilayah.

Irvandi mengatakan capaian tersebut tidak semata-mata dilihat dari jumlah kegiatan yang telah diselenggarakan. Menurutnya, kekuatan jejaring dan manfaat yang dihasilkan dari kolaborasi menjadi bagian penting dari keberlanjutan organisasi alumni.

"Bagi kami, pencapaian bukan semata-mata tentang jumlah kegiatan. Yang jauh lebih penting ialah makin kuatnya jejaring alumni Sekolah Bisnis IPB dan makin luasnya manfaat yang diberikan kepada alumni, almamater, dan masyarakat," ungkapnya.

Memasuki periode 2026-2030, HA SB-IPB berencana melanjutkan program yang telah berjalan sekaligus mengembangkan sejumlah inisiatif baru untuk memperluas partisipasi alumni.

Irvandi mengatakan potensi alumni yang tersebar di berbagai profesi, industri, dan wilayah perlu dihubungkan melalui kolaborasi produktif. Dengan begitu, jejaring alumni tidak hanya menjadi ruang silaturahmi, tetapi juga dapat menjadi sarana pertukaran pengetahuan, pengembangan kompetensi, pembukaan peluang kerja sama, dan kontribusi sosial.

"Potensi alumni Sekolah Bisnis IPB sangat besar dan beragam. Tantangan kami ke depan adalah bagaimana menghubungkan potensi itu agar dapat menghasilkan kolaborasi dan kontribusi yang semakin nyata," ujarnya.

Dekan Sekolah Bisnis IPB University, Noer Azam Achsani, turut mengapresiasi kolaborasi yang selama ini terbangun antara HA SB-IPB dan almamater. Menurutnya, keterlibatan alumni memberikan manfaat bagi lingkungan kampus melalui berbagai program yang mempertemukan alumni, mahasiswa, dan almamater.

Sejumlah alumni juga menyampaikan pandangan mengenai peran jejaring alumni. Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono yang merupakan alumni DMB 12 SB-IPB mengatakan jejaring alumni dapat menjadi ruang untuk mempertemukan pengetahuan dan gagasan dengan kebutuhan nyata.

"Sebagai alumni DMB 12 SB-IPB, saya lihat jejaring alumni IPB sebagai kekuatan untuk mempertemukan ilmu, ide dan gagasan menjadi karya serta manfaat nyata. Semoga HA SB-IPB 2026–2030 semakin solid, kolaboratif, dan inklusif, serta terus berkontribusi bagi almamater, masyarakat, dan kemajuan bangsa. Bersatu. Bergerak. Berdampak melalui ilmu, karya, dan pengabdian," ungkapnya.

Dukungan juga disampaikan sejumlah alumni lainnya. Ekonom Dr Aviliani menilai keterlibatan alumni penting untuk menjaga keberlanjutan program yang memberikan dampak bagi almamater dan masyarakat.

Sementara itu, Laksamana TNI (Purn) Dr Ade Supandi SE MAP menyoroti pentingnya hubungan antara alumni dan almamater dalam mendukung kemajuan pendidikan serta memperluas kontribusi kepada masyarakat.

HA SB-IPB berdiri sejak 2016 dan saat ini menaungi lebih dari 6.000 alumni dari berbagai jenjang pendidikan. Para alumni tersebut tersebar di berbagai daerah dan berkiprah di beragam profesi, industri, lembaga pemerintahan, dunia usaha, serta bidang lainnya.

Dengan jaringan tersebut, periode kepengurusan 2026-2030 diarahkan untuk memperkuat konektivitas alumni dan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas. Jejaring tersebut diharapkan dapat mempertemukan sumber daya manusia terdidik dengan dunia pendidikan, dunia usaha, serta masyarakat melalui berbagai bentuk kerja sama.

 

(Deny Irwanto)