Lahan pertanian di Nagari Padang Laweh, Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam, terendam banjir, Minggu (1/11/2026). ANTARA/HO-BPBD Agam.
30 Hektare Lahan Pertanian di Agam Terendam Banjir
Silvana Febiari • 2 November 2026 08:07
Agam: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatra Barat, mencatat sekitar 30 hektare lahan pertanian terendam banjir akibat curah hujan tinggi. Lahan yang terdampak ditanami cabai, sayur-sayuran, dan berbagai komoditas pertanian lainnya.
"Seluas 30 hektare lahan tersebut tersebar di tiga jorong (kampung), Nagari Padang Laweh, Kecamatan Sungai Pua," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam Abdul Ghafur, dilansir dari Antara, Senin, 2 November 2026.
Ia mengatakan, banjir merusak lahan pertanian sekitar 30 hektare tersebar di Jorong Kubu, Jorong Batu Gadang, dan Jorong Talao. Banjir terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan tersumbatnya gorong-gorong oleh material lumpur dan sampah sekitar pukul 13.05 WIB, Minggu, 1 November 2026.
Baca Juga :
Dengan kondisi itu, aliran air tidak dapat mengalir dengan lancar dan meluap ke badan jalan, area permukiman warga, serta lahan pertanian. Luapan air juga menggenangi badan jalan yang menyebabkan jalan penghubung Jorong Batu Gadang dan Jorong Kubu rusak.
"Banjir menggenangi tiga unit rumah warga dan tidak ada korban jiwa akibat kejadian itu," ujar dia.
BPBD Agam melakukan upaya dengan cara berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan nagari. Lalu, melakukan asessment dan pendataan dampak dari banjir tersebut.

Ilustrasi petani. Foto: MI.
Setelah itu, pemerintah nagari bersama Kelompok Siaga Bencana (KSB) dan masyarakat melakukan pembersihan secara gotong royong. Mereka membersihkan gorong-gorong yang tersumbat material lumpur dan sampah.
"Gorong-gorong telah dibersihkan oleh masyarakat, sehingga aliran air kembali lancar dan luapan air telah surut. Untuk pembersihan sisa material lumpur yang terdapat di badan jalan, pemerintah nagari telah berkoordinasi dengan Damkar Agam," ungkapnya.