Menteri UMKM Maman Abdurrahman. Foto: Metrotvnews.com/Muhammad Adyatma Damardjati.
23 Ribu Pendaftar Banpres UMKM Sumatra Dicoret, Ini Penyebabnya
Muhammad Adyatma Damardjati • 28 October 2026 16:17
Jakarta: Kementerian UMKM mencatat sekitar 23.000 pendaftar Bantuan Presiden (Banpres) untuk pelaku usaha mikro terdampak bencana Sumatra dicoret. Sebab, mereka tereliminasi karena sudah terdaftar sebagai penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR).
"Dari 173 data yang masuk, ter-cleansing menjadi 112. Yang kedua, ada kurang lebih sekitar 23.000 yang dia sudah masuk dalam daftar penerima KUR," ujar Menteri UMKM Maman Abdurrahman dalam rapat di Kantor Kemendagri, Jakarta, Rabu, 28 Oktober 2026.
Maman menjelaskan penyaringan dilakukan melalui verifikasi Dukcapil dan OJK. Selain 23.000 penerima KUR, sejumlah data tereliminasi karena anomali kependudukan.
"Dari 173.000 menjadi 112.000 itu disebabkan pertama karena ada data anomali setelah verifikasi di Dukcapil, lalu yang kedua sekitar 23.000 yang sudah masuk daftar penerima KUR," jelas Maman.
Maman menegaskan penerima Banpres rehabilitasi difokuskan untuk warga yang belum terakses perbankan. Menurut dia, penerima harus memenuhi kriteria non-KUR dan non-ASN.
"Mereka yang sama sekali belum terakses di perbankan. Apabila mereka sudah terdaftar sebagai nasabah KUR, mereka tidak berhak lagi karena kita sudah menyiapkan kebijakan penanganan untuk meringankan beban mereka di perbankan," tegas Maman.
Maman menyebut dari 173.641 data usulan yang masuk, 112.849 dinyatakan valid. Data itu siap direalisasikan pada tahap pertama.

Bencana alam di Sumatra. Foto: Antara.
"Total tahap pertama yang akan kita realisasikan sebanyak 112.849 orang, masing-masing mendapatkan Banpres untuk rehabilitasi usaha sebesar Rp3 juta," ujar Maman.
Maman menambahkan penugasan Kementerian UMKM tidak hanya penyaluran Banpres. Pihaknya juga melakukan pemberdayaan 12.380 UMKM dan perbaikan 11 alat produksi.
"Ada revitalisasi 1 rumah produksi bersama dan penyediaan 8 titik layanan Klinik UMKM Bangkit di wilayah bencana," tutur Maman.