Ilustrasi: Freepik
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Oktober 2026, Hukum dan Tata Caranya
Riza Aslam Khaeron • 28 September 2026 07:00
Jakarta: Memasuki akhir September 2026, kita sebentar lagi akan menyambut bulan baru Masehi, yakni Oktober 2026. Setiap bulan, umat Islam kerap melaksanakan puasa sunah bulanan.
Dari sekian banyak amalan sunah yang diajarkan Rasulullah saw., ada satu yang keutamaannya disebutkan setara dengan berpuasa sepanjang tahun, padahal hanya dikerjakan tiga hari dalam sebulan.
Puasa itulah yang dikenal dengan nama Ayyamul Bidh. Pada Oktober 2026 mendatang, kesempatan untuk mengamalkannya kembali tiba. Rasulullah saw. bersabda:
"Siapa saja yang berpuasa tiga hari dari setiap bulan, maka puasa tersebut seperti puasa sepanjang tahun." (H.R. Ibnu Majah dan At-Tirmidzi, hasan)
Namun, ada satu hal penting yang perlu diperhatikan sebelum menandai kalender. Sejumlah kalender Hijriah mencatat perbedaan penetapan tanggal untuk bulan ini. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui rujukan yang digunakan agar jadwal pelaksanaan puasa tidak keliru. Berikut jadwal lengkapnya, beserta hukum dan tata cara pelaksanaannya.
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Oktober 2026
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama, tanggal 13, 14, dan 15 Jumadilawal 1448 H bertepatan dengan:- Sabtu, 24 Oktober 2026 (13 Jumadilawal 1448 H)
- Minggu, 25 Oktober 2026 (14 Jumadilawal 1448 H)
- Senin, 26 Oktober 2026 (15 Jumadilawal 1448 H)
Hukum Puasa Ayyamul Bidh
Mengutip NU Online, hukum melaksanakan puasa Ayyamul Bidh adalah sunah muakkad (sunah yang sangat dianjurkan), berdasarkan sejumlah hadis Nabi saw., di antaranya:.jpg)
Artinya: "Diriwayatkan dari Qatadah bin Milhan r.a., ia berkata: 'Rasulullah saw. telah memerintahkan kami untuk berpuasa pada hari-hari yang malamnya cerah, yaitu tanggal 13, 14, dan 15.'" (H.R. Abu Dawud; An-Nawawi, Riyadhus Shalihin, juz II, halaman 81)
Niat dan Tata Cara Puasa Ayyamul Bidh
Puasa Ayyamul Bidh dapat dilaksanakan dengan langkah-langkah berikut:- Niat di dalam hati.
Niat puasa Ayyamul Bidh, sebagaimana puasa sunah lainnya (seperti puasa Senin-Kamis atau puasa Arafah), dapat dilakukan dengan niat mutlak, misalnya "Saya niat berpuasa." Namun, yang lebih utama adalah membaca niat secara khusus:

Nawaitu shauma ayyamil bidhi lillahi ta'ala
Artinya: "Saya niat puasa Ayyamul Bidh (hari-hari yang malamnya cerah) karena Allah Ta'ala."
Selain diniatkan di dalam hati, disunahkan pula mengucapkannya dengan lisan. Niat ini dapat dilakukan sejak malam hari hingga siang hari sebelum masuk waktu zawal (matahari tergelincir ke barat), dengan syarat belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar. - Makan sahur.
Sahur lebih utama dilakukan menjelang masuk waktu Subuh, sebelum imsak. - Menahan diri.
Melaksanakan puasa dengan menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa, seperti makan dan minum. - Menjaga sikap.
Menjaga diri dari hal-hal yang mengurangi pahala puasa, seperti berkata kotor, menggunjing orang lain, serta perbuatan dosa lainnya. Rasulullah saw. mengingatkan:

Artinya: "Banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya melainkan hanya rasa lapar dan dahaga." (H.R. An-Nasa'i dan Ibnu Majah dari riwayat Abu Hurairah r.a.) - Berbuka puasa.
Segera berbuka puasa begitu tiba waktu Magrib.
.jpg)
.jpg)