BMKG: Abu Vulkanik Gunung Semeru Mengarah ke Barat Daya Malang

Ilustrasi: Asap vulkanis keluar dari kawah Gunung Semeru dan terlihat dari Desa Ranupani, Lumajang, Jawa Timur. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/kye

BMKG: Abu Vulkanik Gunung Semeru Mengarah ke Barat Daya Malang

Lukman Diah Sari • 14 October 2026 12:39

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis data pemantauan sebaran abu vulkanik Gunung Semeru di Jawa Timur pada Rabu, 14 Oktober 2026. Masyarakat di wilayah terdampak diimbau waspada terhadap bahaya paparan debu vulkanik tersebut.

"Berdasarkan analisis citra RGB Himawari-9 pada Rabu, 14 Oktober 2026, pukul 07.00 WIB, sebaran abu vulkanik teramati ke arah barat daya, mencakup sebagian Kabupaten Malang," tulis BMKG dalam keterangan resminya.

Menurut BMKG, prakiraan cuaca di sekitar Gunung Semeru saat ini bervariasi antara cerah berawan, berawan, udara kabur, kabut, dan hujan ringan pada waktu tertentu.

Masyarakat diminta tetap waspada dan hanya mengikuti informasi maupun arahan resmi dari BMKG, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), serta pemerintah daerah setempat.

Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan mencapai 1 km di atas puncak pada Rabu (30/9/2026). ANTARA/HO-PVMBG

Dampak Abu Vulkanik

BMKG juga mengingatkan masyarakat terkait bahaya paparan abu vulkanik bagi kehidupan sehari-hari, di antaranya:
  • Dampak Kesehatan: Paparan debu dapat memicu iritasi pada mata dan kulit, menyebabkan batuk, serta menimbulkan gangguan pernapasan. Kondisi ini sangat berbahaya dan dapat memperburuk keadaan masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan bawaan.

  • Dampak Transportasi: Tumpukan abu vulkanik berisiko mengurangi jarak pandang secara drastis dan membuat permukaan jalan menjadi licin sehingga mengancam keselamatan berkendara. Partikel abu juga berpotensi merusak mesin, mengganggu navigasi, hingga memicu penundaan dan penghentian operasional transportasi darat, laut, maupun udara.

(Lukman Diah Sari)