Dua Warganya Tewas, Bangladesh Kecam Serangan Houthi di Bandara Riyadh

Bangladesh mengecam keras serangan Houthi di Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi. (Anadolu Agency)

Dua Warganya Tewas, Bangladesh Kecam Serangan Houthi di Bandara Riyadh

Willy Haryono • 11 October 2026 16:40

Dhaka: Bangladesh mengecam keras serangan kelompok pemberontak Houthi yang menewaskan sedikitnya 12 orang di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi pada Sabtu kemarin.

Dari 12 korban tewas, dua di antaranya adalah warga Bangladesh.

“Serangan yang membahayakan nyawa warga sipil dan menargetkan infrastruktur sipil tidak dapat diterima dan harus segera dihentikan,” kata Kementerian Luar Negeri Bangladesh dalam sebuah pernyataan resmi yang dikutip Anadolu Agency, Minggu, 11 Oktober 2026.

Sedikitnya 12 orang tewas dan 309 lainnya terluka dalam serangan terhadap bandara utama di ibu kota Arab Saudi tersebut.

Menurut otoritas penerbangan sipil Arab Saudi, korban tewas terdiri atas empat warga Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan.

Kementerian Luar Negeri Bangladesh juga menyerukan “penghentian segera permusuhan, perlindungan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil, serta penyelesaian damai atas krisis yang sedang berlangsung melalui dialog dan diplomasi, demi kepentingan perdamaian, keamanan, dan stabilitas kawasan.”

Pihak kementerian mengatakan perwakilan Bangladesh di Riyadh tengah berkomunikasi dengan otoritas Arab Saudi untuk memperoleh informasi mengenai warga Bangladesh yang tewas dan terluka, sekaligus memfasilitasi bantuan yang diperlukan bagi mereka yang terdampak.

Sementara itu, sebanyak lima penerbangan dari Dhaka dibatalkan hingga Minggu pagi akibat penutupan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, menurut Otoritas Penerbangan Sipil Bangladesh.

Otoritas penerbangan sebelumnya mengatakan operasional bandara untuk sementara dihentikan setelah serangan di Riyadh. Penghentian dilakukan ketika petugas menilai kerusakan dan memastikan keamanan fasilitas bandara.

Serangan tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan setelah serangkaian serangan rudal dan pesawat nirawak Houthi terhadap bandara serta fasilitas di Arab Saudi dalam beberapa hari terakhir.

Baca juga: Serangan di Bandara Riyadh: KBRI Pastikan Belum Ada Laporan WNI Jadi Korban

(Willy Haryono)