Serangan di Bandara Riyadh: KBRI Pastikan Belum Ada Laporan WNI Jadi Korban

Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi. (SPA)

Serangan di Bandara Riyadh: KBRI Pastikan Belum Ada Laporan WNI Jadi Korban

Willy Haryono • 11 October 2026 13:39

Riyadh: Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh memastikan hingga saat ini tidak ada laporan warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu kemarin.

Berdasarkan informasi yang disampaikan Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) pada Minggu, 11 Oktober 2026, serangan tersebut mengakibatkan 12 orang meninggal dunia.

Korban tewas terdiri atas empat warga Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan.

Selain korban meninggal, sebanyak 309 orang mengalami luka-luka. Sejumlah korban dilaporkan berada dalam kondisi kritis dan telah mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit.

"Hingga saat ini, tidak ada laporan WNI yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut," kata KBRI Riyadh dalam siaran pers kepada awak media.

Namun, informasi mengenai kemungkinan WNI di antara korban luka masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.

KBRI Riyadh mengatakan akan terus berkomunikasi dengan otoritas Arab Saudi dan melakukan pemantauan ke lapangan untuk memastikan ada atau tidaknya WNI yang menjadi korban maupun menjalani perawatan di rumah sakit di Riyadh dan sekitarnya.

Serangan yang diduga kuat dilakukan kelompok Houthi itu juga berdampak pada operasional Bandara Internasional King Khalid yang dihentikan sementara.

Menurut GACA, penghentian operasional dilakukan hingga pemeriksaan dan penilaian yang diperlukan selesai guna memastikan keselamatan fasilitas bandara. Proses tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan otoritas terkait.

Imbauan KBRI Riyadh

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi melalui platform X juga mengimbau warga negaranya yang terdampak penghentian sementara atau penundaan perjalanan dari dan menuju Bandara Internasional King Khalid untuk menghubungi kedutaan dan konsulat Arab Saudi di negara tempat mereka berada guna mendapatkan bantuan dan arahan.

Sementara itu, KBRI Riyadh terus memantau perkembangan situasi keamanan di Arab Saudi. KBRI mengimbau seluruh WNI yang berada di Arab Saudi, khususnya di wilayah Riyadh, untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari tempat-tempat yang menjadi titik kerawanan.

WNI juga diminta menghindari area Bandara Internasional King Khalid dan sekitarnya serta membatasi perjalanan yang tidak bersifat esensial.

Bagi WNI yang akan melakukan perjalanan dari dan menuju Arab Saudi, KBRI Riyadh menyarankan untuk mengonfirmasi kembali status perjalanan kepada maskapai yang digunakan sebelum menuju bandara.

KBRI Riyadh juga mengimbau WNI tetap tenang, mematuhi arahan otoritas setempat, serta mengikuti perkembangan informasi melalui saluran resmi Pemerintah Arab Saudi dan KBRI Riyadh.

KBRI Riyadh memastikan tetap beroperasi dan memberikan pelayanan kepada WNI seperti biasa. Untuk kebutuhan darurat, layanan hotline KBRI Riyadh dapat diakses melalui +966 569173990.

Baca juga: Trump Buka Peluang AS Ikut Serang Houthi usai Serangan di Bandara Riyadh

(Willy Haryono)