Kesaksian Nakhoda, Detik-detik KM Feronia Tenggelam di Labuan Bajo

Foto : MI/Marianus Marselus

Kesaksian Nakhoda, Detik-detik KM Feronia Tenggelam di Labuan Bajo

Media Indonesia • 14 October 2026 06:57

Manggarai Barat: Kapal wisata tradisional KM Feronia tenggelam di perairan Pulau Tatawa, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa, 13 Oktober 2026. Nakhoda KM Feronia, Isran, mengungkapkan detik-detik kapal yang dikemudikannya terbalik hingga akhirnya tenggelam.

Isran menduga, kapal wisata jenis pinisi tersebut terbalik setelah dihantam arus laut yang kencang dari sisi kiri kapal. Padahal, kondisi cuaca saat kejadian dilaporkan cerah.

Menurut Isran, saat arus menghantam kapal, para tamu berada di dek atas. Sementara itu, satu orang lainnya diketahui sedang berada di toilet.

“Saya fokus kepada tamu. Saya buka life raft (rakit penolong), tamu naik, sudah itu saja,” ujar Isran, Selasa, 13 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, keberadaan satu orang yang belum ditemukan baru diketahui setelah dilakukan penghitungan terhadap seluruh manifest yang berada di kapal. Korban yang masih dalam pencarian tersebut diketahui merupakan seorang dive master yang akrab disapa Jessica.

Berdasarkan informasi awal Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Maumere melalui Pos SAR Manggarai Barat, KM Feronia bertolak dari Pelabuhan Marina Labuan Bajo menuju Dermaga Pulau Rinca sekitar pukul 08.00 Wita.

Evakuasi penumpang Kapal wisata tradisional KM Feronia tenggelam di perairan Pulau Tatawa, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa, 13 Oktober 2026. Foto: SAR Maumere

Namun, sekitar pukul 14.30 Wita, kapal wisata tradisional dengan tonase 51 gross ton (GT) itu melintasi pusaran arus di perairan Pulau Tatawa. Kapal kemudian dilaporkan mengalami kemiringan, terbalik, dan tenggelam.

Saat kejadian, KM Feronia mengangkut 30 orang yang terdiri atas 25 penumpang dan lima anak buah kapal (ABK). Insiden tersebut memicu operasi pencarian dan pertolongan oleh tim SAR gabungan untuk mengevakuasi para korban sekaligus mencari satu orang yang dilaporkan hilang.

KSOP Sebut Kapal Layak Laut

Sementara itu, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, menyebut arus laut yang kencang diduga kuat menjadi penyebab tenggelamnya KM Feronia. Stephanus juga memastikan kapal tersebut dinyatakan layak laut dan memiliki dokumen yang lengkap.

Meski demikian, penyebab pasti kecelakaan masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang. (MI/Marianus Marselus)

(Lukman Diah Sari)