Wamenkes: 1,6 Juta Orang Terindikasi Gangguan Penglihatan

Puncak Peringatan Hari Penglihatan Sedunia (World Sight Day 2026) yang dirangkaikan dengan Talkshow Kesehatan Mata dan Peluncuran Program Comprehensive Community Eye Care (CCEC). Foto: Metrotvnews.com/Arini NG.

Wamenkes: 1,6 Juta Orang Terindikasi Gangguan Penglihatan

Fachri Audhia Hafiez • 15 October 2026 18:16

Jakarta: Tantangan kesehatan penglihatan di Indonesia membutuhkan perhatian serius. Berdasarkan data pemeriksaan dari 34 juta peserta jaminan kesehatan di bidang mata, sebanyak 1,6 juta orang di antaranya terindikasi mengalami gangguan penglihatan.   

“Ada 34 juta peserta jaminan kesehatan gratis di bidang mata. Dan 1,6 jutanya mengalami kecurigaan gangguan penglihatan,” ujar Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono di Auditorium Siwabessy, Kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Kamis, 15 Oktober 2026.   
 


Pernyataan tersebut diungkapkan dalam Puncak Peringatan Hari Penglihatan Sedunia (World Sight Day 2026) yang dirangkaikan dengan Talkshow Kesehatan Mata dan Peluncuran Program Comprehensive Community Eye Care (CCEC).   

Dia mengatakan secara global ada sekitar 1,1 miliar orang dengan gangguan mata. Sebanyak 90 persen di antaranya bisa diatasi.

Lebih lanjut, Dante menyebut, data pemeriksaan kesehatan gratis menunjukkan sekitar 3 persen anak sekolah terdeteksi mengalami gangguan penglihatan. Sementara itu, angka pada populasi sekitar 4 persen, dan kasus gangguan mata akibat katarak tercatat sekitar 3 persen dari keseluruhan pemeriksaan.   


Puncak Peringatan Hari Penglihatan Sedunia (World Sight Day 2026) yang dirangkaikan dengan Talkshow Kesehatan Mata dan Peluncuran Program Comprehensive Community Eye Care (CCEC). Foto: Metrotvnews.com/Arini NG.

“Pada anak sekolah itu mendapatkan angka sekitar 3 persen mengalami kurang mata. Pada populasi sekitar 4 persen, dan yang mengalami gangguan mata akibat katarak itu sekitar 3 persen juga di seluruh pemeriksaan kesehatan gratis di bidang mata,” ujar Dante.   

Menjawab tantangan tersebut, Kementerian Kesehatan berkomitmen untuk melakukan layanan strategis mata melalui beberapa langkah utama. Langkah tersebut meliputi penguatan skrining, sinkronisasi kuota operasi katarak, pemerataan dokter spesialis, hingga edukasi kesehatan di masyarakat. 

(Metrotvnews.com/Arini Noviawati Gunawan)

(Fachri Audhia Hafiez)