Indonesia Tidak Pantas Turun Klasifikasi Usai Ada Polemik MSCI

Chief Economist Trimegah Sekuritas, Fakhrul Fulvian, dalam program Top Economy, Selasa, 20 Oktober 2026. Foto: Metro TV

Indonesia Tidak Pantas Turun Klasifikasi Usai Ada Polemik MSCI

Muhamad Marup • 20 October 2026 23:04

Jakarta: Adanya polemik terkait Lembaga Penyedia Indeks Global, Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang akan menurunkan klasifikasi bursa saham Indonesia membuat pelaku pasar kecewa. Chief Economist Trimegah Sekuritas, Fakhrul Fulvian, menilai, bursa saham Indonesia tidak pantas untuk turun klasifikasi dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

"Kita sebagai pelaku pasar, kita kecewa, kita harus akui ya. Itu tidak pantas kita jadi Standalone," ujar Fakhrul, dalam program Top Economy Metro TV, Selasa, 20 Oktober 2026.

Ia menambahkan, jika bahkan Indonesia turun klasifikasi ke Frontier Market justru akan sangat memalukan. Padahal, menurutnya, perusahaan-perusahaan yang ada di bursa memiliki kualitas untuk berada di atas klasifikasi-klasifikasi tersebut.

"Sangat tidak pantas kalau kita lihat dari kualitas company-company kita yang ada di bursa," jelasnya.

Top Economy Bertema Di Balik Polemik MSCI. Dok: Metro TV

Fakhrul mengungkapkan, Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) seharusnya bisa lebih cepat merespons pengumuman dari MSCI. Bahkan, pergerakan sudah harus terjadi sejak empat bulan lalu, bahkan lebih baik sejak Januari.

"Karena concern-nya sudah dimunculkan, harusnya fokus juga pada perbaikan pasar. Jadi sebenarnya, hal yang dilakukan oleh Bursa kemarin, itu adalah hal yang seharusnya dilakukan 3-4 bulan yang lalu," katanya.

Fakhrul menjelaskan, sentimen MSCI terhadap penurunan IHSG sangat signifikan yaitu 80 persen. Selain itu, kombinasi beberapa isu domestik dan eksternal menyumbang sentimen 20 persen.

Ia menyebut, jika masalah-masalah yang diumumkan MSCI terhadap bursa saham Indonesia diselesaikan dengan cepat, Indonesia bisa mengalami pemulihan yang signifikan. Ia menekankan, perekonomian paling penting adalah rasa aman bagi para pelaku pasar.

"Kalau MSCI masalah-masalahnya di-address saya lihat sebenarnya kita bisa mengalami recovery yang signifikan," ucapnya.

(Muhamad Marup)