Menperin Sarmuji saat berkunjung ke JIIPE. Foto: dok JIIPE.
Menperin Apresiasi Dampak Kawasan Industri bagi Ekonomi Daerah
Husen Miftahudin • 17 October 2026 11:07
Gresik: Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji mengapresiasi perkembangan kawasan industri terintegrasi Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Keberadaan kawasan tersebut dinilai berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja lokal dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Sarmuji mengatakan, sosialisasi mengenai manfaat kawasan industri penting dilakukan agar masyarakat memahami dampak keberadaan industri terhadap perekonomian daerah.
"Ya, itu harus ada sosialisasi tentang kemanfaatan sebuah kawasan industri. Seperti Gresik ini kan mendapatkan manfaat yang cukup besar ya, adanya JIIPE, tenaga kerjanya keserap, lalu lintas perekonomian juga otomatis tumbuh. Ada daerah-daerah tertentu yang tumbuh, perekonomiannya juga pasti akan terdongkrak dengan adanya sebuah kawasan industri," ujar Sarmuji saat berkunjung ke JIIPE, dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Ia menambahkan, penyerapan tenaga kerja di kawasan tersebut turut melibatkan masyarakat setempat. Sekitar 70 persen tenaga kerja di industri yang beroperasi di JIIPE merupakan warga lokal dari Gresik dan Jawa Timur. "Tenaga kerja yang terserap di industri yang ada di JIIPE ini 70 persennya adalah warga lokal di Gresik dan Jawa Timur," tambah dia.
Dalam kunjungan tersebut, Sarmuji menerima penjelasan mengenai perkembangan kawasan, infrastruktur, dan utilitas. Ia juga meninjau sejumlah fasilitas hilirisasi di sektor logam, manufaktur pendukung energi terbarukan, dan kimia.
Sebelumnya, pada 12 Oktober 2026 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sarmuji menekankan peran kawasan industri dalam mempercepat industrialisasi Jawa Timur. Upaya tersebut membutuhkan dukungan pemerintah daerah, terutama dalam penyediaan lahan dan infrastruktur. Ia juga mengapresiasi kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah.

(Kawasan industri terintegrasi JIIPE di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Foto: dok JIIPE)
JIIPE terintegrasi dengan pelabuhan laut
Direktur Utama PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) Bambang Soetiono menjelaskan JIIPE dikembangkan dengan mengintegrasikan kawasan industri, pelabuhan laut dalam, dan fasilitas penunjang.
Kawasan tersebut memiliki area industri seluas 1.761 hektare, area pelabuhan 406 hektare, serta area residensial 800 hektare. "Sekitar 60 persen lahan sudah terjual," ujar Bambang.
Menurut Bambang, kelengkapan infrastruktur dan utilitas serta akses ke pelabuhan laut dalam menjadi keunggulan JIIPE dalam mendukung operasional dan kebutuhan logistik industri.
"Kelebihan JIIPE adalah sarana infrastruktur dan utilitas yang lengkap serta memiliki laut dalam sehingga memudahkan industri. Kami juga membangun pembangkit listrik tenaga gas yang dipasok PGN dan berencana membangun PLTS," jelasnya.
Pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) menjadi bagian dari rencana penyediaan dukungan energi di kawasan tersebut. Kesiapan infrastruktur, utilitas, dan konektivitas logistik dinilai penting untuk menunjang operasional serta ekspansi industri.
Ekosistem hilirisasi logam di JIIPE mencakup pengolahan tembaga, pemurnian logam mulia, manufaktur turunan tembaga, serta pengembangan proyek logam mulia. Selain itu, fasilitas manufaktur kaca fotovoltaik mendukung rantai pasok industri tenaga surya. Investasi di sektor kimia juga memperluas kegiatan industri proses di kawasan tersebut.