Perbedaan Rukun Islam dan Rukun Iman Lengkap dengan Dalilnya

Ilustrasi freepik

Perbedaan Rukun Islam dan Rukun Iman Lengkap dengan Dalilnya

Putri Purnama Sari • 5 November 2026 05:19

Jakarta: Rukun Islam dan Rukun Iman merupakan dua landasan utama yang wajib dipahami setiap Muslim. Keduanya menjadi dasar dalam menjalankan ajaran agama Islam, baik dari sisi keyakinan maupun pelaksanaan ibadah dalam kehidupan sehari-hari.

Meski sering disebut secara bersamaan, Rukun Islam dan Rukun Iman memiliki pengertian serta cakupan yang berbeda. Rukun Islam mengatur lima pokok ibadah yang harus dijalankan seorang Muslim, sedangkan Rukun Iman berisi enam perkara yang wajib diyakini dalam hati.

Pemahaman mengenai kedua rukun tersebut penting agar umat Islam tidak hanya mengetahui urutannya, tetapi juga memahami makna dan penerapannya.

Lantas, apa saja perbedaan Rukun Islam dan Rukun Iman? Berikut penjelasan mengenai pengertian, urutan, perbedaan, hingga dalilnya.

Pengertian Rukun Islam dan Rukun Iman

Rukun Islam adalah lima dasar utama yang menjadi pedoman pelaksanaan ajaran Islam. Kelima rukun ini mencakup pengakuan terhadap keesaan Allah SWT dan kerasulan Nabi Muhammad SAW, serta kewajiban ibadah seperti salat, zakat, puasa Ramadan, dan haji bagi yang mampu.

Sementara itu, Rukun Iman adalah enam pokok keyakinan yang wajib dipercayai oleh setiap Muslim. Keyakinan tersebut meliputi iman kepada Allah SWT, malaikat, kitab-kitab Allah, rasul, hari akhir, serta qada dan qadar.

Keduanya memiliki kedudukan penting dalam kehidupan seorang Muslim. Rukun Iman menjadi landasan keyakinan, sedangkan Rukun Islam menjadi wujud pengamalan ajaran agama melalui ibadah dan tindakan nyata.

Urutan 5 Rukun Islam

Rukun Islam terdiri atas lima perkara. Urutannya dijelaskan Rasulullah SAW dalam hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim.

Berikut lima Rukun Islam beserta penjelasannya:

1. Mengucapkan Dua Kalimat Syahadat

Syahadat merupakan pengakuan dan kesaksian bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah.

Dua kalimat syahadat berbunyi:



Asyhadu an l? il?ha illall?h, wa asyhadu anna Mu?ammadar rasulullah.

Artinya: Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah.

Syahadat menjadi pintu masuk seseorang untuk memeluk agama Islam sekaligus dasar dalam menjalankan seluruh ajaran-Nya.
  2. Mendirikan Salat

Salat merupakan ibadah wajib yang dilaksanakan lima kali sehari, yaitu Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, dan Isya. Ibadah ini menjadi bentuk ketaatan seorang Muslim kepada Allah SWT. Selain sebagai kewajiban, salat juga mengajarkan kedisiplinan, kesabaran, dan ketundukan kepada Sang Pencipta.

3. Menunaikan Zakat

Zakat adalah kewajiban mengeluarkan sebagian harta dengan ketentuan tertentu untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya.

Terdapat dua jenis zakat yang dikenal dalam Islam, yaitu zakat fitrah dan zakat mal. Zakat fitrah ditunaikan pada bulan Ramadan hingga sebelum pelaksanaan salat Idulfitri, sedangkan zakat mal dikenakan atas harta yang memenuhi syarat tertentu.

Melalui zakat, umat Islam diajarkan untuk membersihkan harta, membantu sesama, dan meningkatkan kepedulian sosial.

4. Berpuasa pada Bulan Ramadan

Puasa Ramadan merupakan ibadah wajib bagi umat Islam yang memenuhi syarat. Pelaksanaannya berlangsung selama satu bulan penuh, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

Selama berpuasa, seorang Muslim menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa sejak waktu fajar hingga magrib. Ibadah ini tidak hanya melatih kemampuan menahan lapar dan haus, tetapi juga membentuk kesabaran, pengendalian diri, serta ketakwaan kepada Allah SWT.

5. Menunaikan Ibadah Haji bagi yang Mampu

Haji merupakan ibadah yang dilaksanakan di Tanah Suci, Makkah, pada waktu tertentu dengan rangkaian amalan yang telah ditetapkan dalam syariat Islam.

Kewajiban haji berlaku satu kali seumur hidup bagi Muslim yang mampu secara fisik dan finansial, serta memiliki kemampuan untuk menempuh perjalanan dan memenuhi persyaratan lainnya.

Ibadah haji mengajarkan persaudaraan, kesetaraan, pengorbanan, dan ketaatan kepada Allah SWT.

Urutan 6 Rukun Iman

Berbeda dengan Rukun Islam yang terdiri atas lima perkara, Rukun Iman memiliki enam pokok keyakinan. Keenamnya menjadi dasar akidah yang wajib dipercayai setiap Muslim. Berikut urutan Rukun Iman dan penjelasannya:

1. Iman kepada Allah SWT

Iman kepada Allah berarti meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Esa, pencipta, pemilik, dan pengatur seluruh alam semesta.

Seorang Muslim wajib meyakini keesaan Allah serta meyakini bahwa hanya Dia yang berhak disembah. Keyakinan ini menjadi dasar utama seluruh ajaran Islam.

2. Iman kepada Malaikat Allah

Iman kepada malaikat berarti mempercayai bahwa Allah SWT menciptakan malaikat dari cahaya dan memberikan tugas tertentu kepada masing-masing malaikat.

Malaikat merupakan makhluk Allah yang selalu taat dan tidak pernah membangkang terhadap perintah-Nya.

Beberapa malaikat yang wajib diketahui beserta tugasnya antara lain Jibril yang menyampaikan wahyu, Mikail yang mengatur rezeki atas perintah Allah, Israfil yang bertugas meniup sangkakala, serta Izrail yang bertugas mencabut nyawa.
  3. Iman kepada Kitab-Kitab Allah

Iman kepada kitab-kitab Allah berarti meyakini bahwa Allah SWT menurunkan kitab suci sebagai petunjuk bagi umat manusia melalui para rasul-Nya.

Ada empat kitab Allah yang wajib diketahui, yaitu Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa AS, Zabur kepada Nabi Daud AS, Injil kepada Nabi Isa AS, dan Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad SAW. Al-Qur'an merupakan kitab suci terakhir yang menjadi pedoman hidup umat Islam hingga akhir zaman.

4. Iman kepada Rasul-Rasul Allah

Iman kepada rasul berarti meyakini bahwa Allah SWT mengutus para rasul untuk menyampaikan wahyu dan membimbing manusia menuju jalan yang benar.

Umat Islam wajib mempercayai seluruh rasul yang diutus Allah. Terdapat 25 nabi dan rasul yang namanya wajib diketahui, mulai dari Nabi Adam AS hingga Nabi Muhammad SAW.

Nabi Muhammad SAW merupakan nabi dan rasul terakhir yang diutus Allah SWT untuk menyampaikan ajaran Islam kepada seluruh umat manusia.

5. Iman kepada Hari Akhir

Iman kepada hari akhir berarti meyakini bahwa kehidupan dunia akan berakhir dan seluruh manusia akan dibangkitkan kembali untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya selama hidup.

Pada hari tersebut, setiap manusia akan menerima balasan atas amal perbuatannya. Orang yang beriman dan beramal saleh akan mendapatkan pahala, sedangkan perbuatan buruk akan mendapatkan balasan sesuai ketetapan Allah SWT.

Keyakinan terhadap hari akhir mengajarkan umat Islam untuk senantiasa menjaga perilaku dan mempersiapkan bekal kehidupan akhirat.

6. Iman kepada Qada dan Qadar

Iman kepada qada dan qadar berarti meyakini bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam semesta berada dalam pengetahuan dan ketetapan Allah SWT.

Qada merupakan ketetapan Allah sejak zaman azali, sedangkan qadar adalah perwujudan ketetapan tersebut sesuai ukuran dan ketentuan-Nya.

Keyakinan ini mengajarkan umat Islam untuk bersabar ketika menghadapi kesulitan, bersyukur atas nikmat yang diterima, serta tetap berusaha dan bertawakal dalam menjalani kehidupan.

Perbedaan Rukun Islam dan Rukun Iman

Perbedaan utama Rukun Islam dan Rukun Iman terletak pada aspek yang menjadi penekanannya. Rukun Islam berfokus pada lima dasar pengamalan agama yang diwujudkan melalui ibadah dan tindakan nyata. Sementara itu, Rukun Iman berfokus pada enam pokok keyakinan yang harus tertanam dalam hati setiap Muslim.

Dilansir dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), berikut perbedaan keduanya berdasarkan beberapa aspek:
  • Jumlah: Rukun Islam terdiri atas lima perkara, sedangkan Rukun Iman terdiri atas enam perkara.
  • Fokus: Rukun Islam menekankan pelaksanaan ibadah, sedangkan Rukun Iman menekankan keyakinan terhadap perkara-perkara yang telah ditetapkan dalam akidah Islam.
  • Bentuk pengamalan: Rukun Islam diwujudkan melalui ibadah seperti salat, zakat, puasa, dan haji. Rukun Iman diwujudkan melalui keyakinan kepada Allah, malaikat, kitab, rasul, hari akhir, serta qada dan qadar.
  • Kedudukan: Rukun Iman menjadi dasar keyakinan seorang Muslim, sedangkan Rukun Islam menjadi pedoman dalam menjalankan kewajiban agama.
Meskipun memiliki perbedaan, keduanya saling melengkapi. Seorang Muslim tidak cukup hanya menjalankan ibadah secara lahiriah, tetapi juga perlu memiliki keyakinan yang benar terhadap ajaran Islam.

Dalil tentang Rukun Islam dan Rukun Iman

Penjelasan mengenai Rukun Islam dan Rukun Iman terdapat dalam hadis Jibril yang diriwayatkan Imam Muslim. Dalam hadis tersebut, Malaikat Jibril datang menemui Rasulullah SAW dalam wujud seorang laki-laki. Ia kemudian bertanya mengenai Islam, iman, dan ihsan.

Dalam hadis lain yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW menjelaskan lima dasar Islam dengan sabdanya:



Buniyal-Islamu 'ala khamsin: syahadati an la ilaha illallahu wa anna Muhammadar rasulullah, wa iqamis-salati, wa ita'iz-zakati, wal-hajji, wa saumi Ramadan.

Artinya: Islam dibangun atas lima perkara, yaitu bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan salat, menunaikan zakat, melaksanakan haji, dan berpuasa pada bulan Ramadan. (HR. Bukhari dan Muslim)

Adapun penjelasan mengenai enam Rukun Iman terdapat dalam hadis Jibril. Ketika Malaikat Jibril bertanya tentang iman, Rasulullah SAW menjawab:


An tu'mina billahi, wa mala'ikatihi, wa kutubihi, wa rusulihi, wal-yaumil-akhiri, wa tu'mina bil-qadari khairihi wa syarrihi.

Artinya: Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, serta beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk. (HR. Muslim)
 

Hikmah Memahami Rukun Islam dan Rukun Iman

Memahami Rukun Islam dan Rukun Iman bukan sekadar mengetahui jumlah serta urutannya. Keduanya mengandung nilai yang dapat menjadi pedoman bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan.

Berikut beberapa hikmah yang dapat dipetik dari memahami Rukun Islam dan Rukun Iman:
  • Memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
  • Membiasakan diri menjalankan kewajiban agama secara konsisten.
  • Menumbuhkan kepedulian terhadap sesama melalui ibadah zakat.
  • Melatih kedisiplinan, kesabaran, dan pengendalian diri dalam kehidupan sehari-hari.
  • Menumbuhkan sikap ikhlas, tawakal, dan bersyukur dalam menghadapi berbagai keadaan.
  • Mendorong umat Islam untuk menjaga perilaku karena meyakini adanya pertanggungjawaban atas setiap perbuatan di akhirat.
Dengan memahami dan mengamalkan Rukun Islam serta Rukun Iman, seorang Muslim diharapkan dapat menjalankan ajaran agama secara lebih baik, baik dalam aspek keyakinan maupun ibadah sehari-hari.

(Siti Nahdia Usman)

(Putri Purnama Sari)