Bentrokan antara komunitas Oromo dan Somali di Ethiopia selatan menyebabkan sedikitnya sembilan orang tewas. (Anadolu Agency)
Bentrokan Etnis di Ethiopia Tewaskan 9 Orang, 2.000 Warga Mengungsi ke Kenya
Willy Haryono • 24 October 2026 09:48
Nairobi: Bentrokan mematikan antarkelompok etnis di Ethiopia selatan memaksa lebih dari 2.000 orang mengungsi ke negara tetangga, Kenya, dengan sedikitnya sembilan orang dilaporkan tewas ketika kekerasan masih berlanjut, menurut keterangan otoritas setempat pada Jumat, 23 Oktober 2026.
Komisioner County Marsabit di Kenya, Stanley Kamande, mengatakan kepada wartawan bahwa ribuan warga Ethiopia telah menyeberangi perbatasan menuju Kota Moyale setelah bentrokan bersenjata pecah di wilayah Ethiopia dekat perbatasan pada Rabu lalu.
Laporan dari Ethiopia menyebutkan sedikitnya sembilan orang tewas dan puluhan lainnya terluka dalam bentrokan tersebut. Namun, jumlah korban itu belum diverifikasi secara independen.
Mengutip dari Anadolu, kekerasan melibatkan komunitas etnis Oromo dan Somali, menyusul ketegangan terkait pengibaran bendera Negara Bagian Regional Somali di wilayah yang dikelola oleh Region Oromia, Ethiopia.
Oromia dan Region Somali merupakan dua wilayah federal di Ethiopia. Keduanya berbeda dari negara Somalia, yang berbatasan dengan Ethiopia dan Kenya.
Seorang perempuan di Moyale juga dilaporkan terluka akibat peluru yang ditembakkan dari seberang perbatasan. Ia telah menerima perawatan medis.
Kenya Kerahkan Bantuan Kemanusiaan
Palang Merah Kenya pada Kamis mengatakan telah memberikan bantuan darurat kepada keluarga-keluarga yang mengungsi. Pada tahap awal, bantuan tersebut ditargetkan menjangkau 1.000 rumah tangga.Organisasi itu bekerja sama dengan otoritas pemerintah untuk menyediakan tempat penampungan sementara, makanan, air bersih, dan kebutuhan pokok lainnya.
Moyale merupakan salah satu jalur penyeberangan utama antara kedua negara di Afrika Timur. Kota tersebut berjarak sekitar 780 kilometer di utara Nairobi, ibu kota Kenya, dan sekitar 775 kilometer di selatan Addis Ababa, ibu kota Ethiopia.
Kerusuhan tersebut memicu kekhawatiran akan bertambahnya jumlah pengungsi serta terganggunya perdagangan lintas perbatasan.
Baca juga: Konflik Ethiopia Memanas Lagi, PBB Desak Semua Pihak Hentikan Pertempuran