Sekjen PBB Antonio Guterres. (Anadolu Agency)
Konflik Ethiopia Memanas Lagi, PBB Desak Semua Pihak Hentikan Pertempuran
Willy Haryono • 10 October 2026 12:06
New York: Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan keprihatinan mendalam atas kembali pecahnya pertempuran di wilayah Tigray, Afar, dan Amhara di Ethiopia.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyampaikan keprihatinan tersebut melalui pernyataan pada Jumat kemarin, yang disampaikan melalui juru bicaranya, Stephane Dujarric.
Melansir dari Anadolu Agency, Sabtu, 10 Oktober 2026, Guterres mendesak semua pihak untuk "segera menghentikan permusuhan" dan "kembali berdialog berdasarkan kerangka Perjanjian Pretoria."
Guterres memperingatkan bahwa eskalasi konflik dapat semakin mengganggu stabilitas kawasan. Ia juga menyatakan keprihatinan atas laporan mengenai keberadaan pasukan Eritrea di Ethiopia.
Guterres mengingatkan seluruh negara di kawasan tersebut mengenai kewajiban berdasarkan Piagam PBB untuk "menahan diri dari ancaman atau penggunaan kekuatan terhadap integritas teritorial atau kemerdekaan politik negara mana pun."
Ia juga menyerukan agar prinsip nonintervensi dalam urusan dalam negeri negara lain dipatuhi.
Dia mendesak negara-negara yang memiliki pengaruh terhadap pihak-pihak yang bertikai untuk menggunakan pengaruh tersebut guna meredakan ketegangan dan menghindari tindakan yang dapat memperburuk konflik.
"Guterres menyatakan kesiapannya untuk menawarkan jasa baik guna membantu penyelesaian konflik," demikian pernyataan tersebut.
Ethiopia dan Eritrea sebelumnya bertempur bersama selama perang Tigray pada 2020-2022. Namun, hubungan kedua negara memburuk tajam sejak saat itu, dengan masing-masing pemerintah menuduh pihak lain mengancam stabilitas kawasan.
Ketegangan juga meningkat akibat upaya Ethiopia memperoleh akses ke Laut Merah, khususnya melalui Pelabuhan Assab di Eritrea. Pemerintah Eritrea yang beribu kota di Asmara menegaskan bahwa Pelabuhan Assab merupakan bagian dari wilayah kedaulatannya. (Razaqa Hariz)
Baca juga: IOM: Lebih dari 20.000 Migran Ethiopia Masuk Djibouti Sejak September 2026