IOM: Lebih dari 20.000 Migran Ethiopia Masuk Djibouti Sejak September 2026

IOM mencatat lebih dari 20.000 pergerakan migran dari Ethiopia menuju Djibouti sejak 10 September 2026. (Anadolu Agency)

IOM: Lebih dari 20.000 Migran Ethiopia Masuk Djibouti Sejak September 2026

Willy Haryono • 6 October 2026 22:01

Jenewa: Lebih dari 20.000 migran asal Ethiopia masuk ke wilayah Djibouti sejak 10 September 2026, dengan ribuan lainnya terdampar di sepanjang perjalanan, menurut laporan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), Selasa, 6 Oktober 2026.

Melansir dari Anadolu Agency, Kepala Misi IOM di Djibouti Alexandre Coissac mengatakan para migran masih melakukan perjalanan melalui Eastern Route, jalur yang menghubungkan Tanduk Afrika dengan Yaman dan kawasan Teluk.

Jalur tersebut merupakan salah satu koridor migrasi “tersibuk dan paling berbahaya."

Migran juga melakukan perjalanan kembali dari Yaman menuju negara asal mereka melalui Djibouti. IOM mencatat 539 warga Ethiopia yang kembali sejak 10 September.

Antara 20 hingga 30 September, lebih dari 3.000 migran yang terdampar terpantau berada di sepanjang jalur migrasi di Djibouti. Mereka menghadapi dehidrasi, kelelahan, serta kekurangan makanan dan air.

IOM memperingatkan bahwa migran semakin banyak menggunakan jalur alternatif sehingga menyulitkan upaya menjangkau mereka yang membutuhkan bantuan.

Badan tersebut mengatakan telah memberikan bantuan langsung kepada migran yang terdampar, termasuk makanan dan air, serta membantu mereka yang meminta pemulangan secara sukarela.

Djibouti Hadapi Arus Migrasi yang Kompleks

IOM mengatakan Djibouti secara bersamaan menerima orang-orang yang melarikan diri dari Yaman, serta migran yang melakukan perjalanan menuju dan kembali dari negara tersebut.

Menurut IOM, skala dan kompleksitas pergerakan tersebut semakin membebani sumber daya dan layanan yang tersedia.

Badan tersebut menyerukan peningkatan dukungan internasional. IOM mengatakan para migran membutuhkan keamanan, perlindungan, dan bantuan.

Berdasarkan data terbaru IOM, lebih dari 184.000 orang telah mengungsi di Yaman sejak 1 Agustus. Perpindahan tersebut terjadi ketika pertempuran antara pasukan pemerintah yang didukung Arab Saudi dan pemberontak Houthi semakin intensif.

Baca juga: 20 Imigran Ethiopia Tewas dalam Insiden Kapal di Lepas Pantai Yaman

(Willy Haryono)