Kerentanan PHP Ancam 70% Situs Web Dunia, Simak Bahaya dan Kronologi Penemuannya

Ilustrasi PHP. Foto: Pexels

Kerentanan PHP Ancam 70% Situs Web Dunia, Simak Bahaya dan Kronologi Penemuannya

Muhamad Marup • 22 October 2026 13:28

Jakarta: Keamanan dunia siber saat ini tengah terancam usai temuan kerentanan kritis pada PHP (Hypertext Preprocessor). Situasi tersebut mengancam sekitar 70 persen situs web di seluruh dunia yang menggunakan teknologi tersebut.

Melansir BBC, Kondisi tersebut berhasil ditemukan berkat bantuan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Pemerintah dan lembaga keamanan siber di seluruh dunia bergegas untuk mengatasi dampak dari penemuan ini pada hari Rabu, dan telah mendesak operator situs web untuk memasang perbaikan darurat baru atau mempertimbangkan untuk menonaktifkan platform mereka.

Perusahaan keamanan siber, Wiz, menggambarkan kelemahan tersebut sebagai yang "paling parah" yang pernah terdeteksi oleh AI. OpenAI, yang teknologinya digunakan untuk menemukan celah keamanan tersebut, menyebut penemuan itu sebagai "salah satu masalah keamanan paling berdampak dalam beberapa waktu terakhir".

Dampak Kerentanan PHP

Sebagian besar orang mungkin merasa asing dengan PHP, tapi hampir setiap hari mereka berinteraksi dengan teknologi tersebut. PHP mendukung sejumlah besar platform, termasuk toko online, Wikipedia, dan WordPress.

"Saat Anda mengunjungi situs web seperti Wikipedia, PHP adalah kode yang mengumpulkan informasi yang Anda butuhkan dan menyajikannya dengan cara yang dapat Anda baca di web," kata Kepala eksekutif Gorilla Cyber Security, Paul Spain.

Ilustrasi PHP. Foto: Pexels

Namun, karena adanya celah keamanan PHP, memungkinkan peretasan. Para peretas akan mengambil kendali atas server web yang terpengaruh tanpa otentikasi dan mencuri data sensitif.

AI dapat membuat serangan semacam itu lebih mudah dan cepat, kata Spain, memperkirakan bahwa celah keamanan tersebut dapat memengaruhi "jutaan dan jutaan" situs web.

"Akan menjadi "bencana" jika peretas atau negara-negara mempersenjatai celah keamanan tersebut dan mengambil data pribadi dari situs web," kata peneliti keamanan siber Universitas Adelaide, Jill Slay.

Daftar Situs Terdampak

Peringatan tersebut telah mengganggu layanan di seluruh dunia, mulai dari platform gim hingga portal pemerintah dan forum online. Wikimedia, bahkan menonaktifkan sejumlah sistemnya sebagai tindakan pencegahan.

Pemerintah Finlandia, dewan kota Edinburgh, dan BBC telah menonaktifkan situs dan halaman web mereka, sementara badan keamanan siber Belanda juga menarik situs webnya.

Sejumlah organisasi publik di Skotlandia, termasuk dewan kota dan badan kesehatan, juga telah menonaktifkan situs web mereka.

Beberapa ahli memperingatkan bahwa kerentanan ini dapat membuat situs web yang kurang terawat, terutama milik organisasi kecil dengan sumber daya keamanan terbatas, berisiko lebih besar.

Pihak berwenang dan organisasi keamanan di seluruh dunia telah menggemakan peringatan tersebut kepada operator situs web untuk mengamankan platform mereka. Beberapa di antaranya yaitu Badan Keamanan Nasional AS (NSA), Pusat Keamanan Siber Nasional Inggris, dan lembaga-lembaga serupa di Uni Eropa dan Australia.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mendesak masyarakat untuk memeriksa apakah situs web yang dapat diakses publik menggunakan PHP.

"Jika sulit untuk segera menerapkan patch perbaikan, menangguhkan sementara situs web dan tindakan serupa dapat dianggap sebagai cara efektif untuk mengurangi risiko," katanya.

PM Jepang Sanae Takaichi Kirim Persembahan Uang ke Kuil Yasukuni

PM Jepang Sanae Takaichi. (Anadolu Agency)

AI Bantu Temukan Kerentanan

Kerentanan tersebut ditemukan oleh para peneliti di perusahaan keamanan Calif dan Wiz. Para peneliti menggunakan alat AI canggih yang mampu menganalisis kode dan menemukan kesalahan jauh lebih cepat daripada yang dapat dilakukan manusia atau sistem lama.

Pembuat ChatGPT mengatakan telah merilis sebuah program untuk memeriksa apakah platform PHP aman.

"Banyak dari kelemahan ini berasal dari cara perangkat lunak dibangun di masa lalu, yang dibangun untuk fungsionalitas dan bukan dengan mempertimbangkan keamanan," kata Pusat Penelitian Siber Universitas Queensland, Ryan Ko.

Rincian penemuan tersebut bocor secara online minggu ini, memaksa para pengembang platform PHP untuk segera mengumumkan celah keamanan tersebut dan skalanya yang sangat besar.

"Perangkat lunak modern sangat kompleks, dan beberapa kerentanan dapat tetap tidak terdeteksi selama bertahun-tahun," kata peneliti keamanan siber, UNSW Sydney, Salil Kanhere.

Insiden tersebut "menyoroti bagaimana AI dapat mengungkap celah keamanan" tetapi juga bagaimana AI dapat "membantu penyerang mengembangkan alat dan eksploitasi ofensif dengan cepat," kata OpenAI dalam sebuah unggahan blog.

"Masalah mendasar tersebut bukanlah hal baru; yang berubah adalah kemampuan kita untuk menemukannya," kata Kanhere.

Langkah Perlindungan

Para pemilik situs web didesak untuk mengamankan situs web mereka dengan versi PHP terbaru. Pada hari Rabu, pengembang platform PHP merilis tambalan untuk memperbaiki kerentanan dalam sistem PHP yang telah ada di perangkat lunak mereka selama bertahun-tahun.

"Seluruh pengguna PHP sangat disarankan untuk segera memperbarui," kata perusahaan itu. Kanhere menilai, kemungkinan akan ada lebih banyak upaya untuk mengeksploitasi celah keamanan ini dalam beberapa minggu mendatang karena detail teknisnya kini telah dipublikasikan.

Ia menekankan, tanggung jawab utama terletak pada operator situs web, tetapi pengguna harus tetap waspada terhadap saran keamanan apa pun yang dikeluarkan oleh layanan yang terpengaruh, seperti permintaan untuk mengubah kata sandi.

Ia juga memperingatkan masyarakat untuk waspada terhadap pesan-pesan phishing yang memanfaatkan publisitas seputar insiden tersebut.

(Muhamad Marup)