Ilustrasi beras. Foto: Medcom.id
Demi Tekan Harga, Pemerintah Bakal Gelontorkan Lebih Banyak Beras SPHP
Indriyani Astuti • 27 September 2023 17:13
Jakarta: Pemerintah akan menggelontorkan lebih banyak lagi beras untuk program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP). Harapannya, program itu dapat menekan harga beras yang tinggi.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah melalui Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) akan menggelontorkan 100 ribu ton beras untuk program SPHP.
"Beraskan kita sekarang kita operasi SPHP akan ditingkatkan dari 50 ribu (ton) ke 100 ribu, dan kemudian bantuan beras kan terus berjalan, itu kan minimal 200 ribu sebulan, operasi pasar 300 ribu sebulan," ujar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 27 September 2023.
Menanggapi distribusi beras ke pasar-pasar induk, Airlangga mengatakan itu akan ditingkatkan serta didorong supaya lancar. Tujuannya agar stok beras tetap terpenuhi dan harga terkendali.
Baca juga: Mendag: Harga Beras Belum Turun
SPHP pun, ia melanjutkan, akan ditambah. "SPHP diminta untuk naik," ucap Airlangga.
Harga beras saat ini dilaporkan terus mengalami kenaikan. Airlangga mengatakan kenaikan harga beras akan berpengaruh pada inflasi tetap belum signifikan. Harga beras berkontribusi 0,05 persen pada inflasi.
"Kalau inflasi kan bertahap, jadi dari segi inflasi masih di bawah tiga persen dan inflasi kan month to month (bulan ke bulan) jadi relatif kalau inflasinya terjaga walaupun pengaruh beras itu masih 0,05 persen untuk yang bulan ini," jelas Airlangga.
Tak hanya beras, jagung beri imbas inflasi
Selain beras, ia menuturkan kenaikan harga jagung juga turut mengerek inflasi harga. Berdasarkan keterangan Badan Pusat Statistik (BPS) saat ini yang menjadi penyumbang inflasi di sebagian daerah di Indonesia adalah beras dan gula pasir."Satu lagi jagung, itu akan segera diselesaikan juga," sebut Airlangga.
Presiden Joko Widodo, terang Airlangga, meminta harga beras bisa diselesaikan dalam satu atau dua bulan ke depan.
"Ya pokoknya sampai akhir tahun ini bisa selesai, dalam 1-2 bulan ke depan," ucap Airlangga.