NEWSTICKER

Putin Diharapkan Kremlin Bersedia Maju Lagi sebagai Capres Rusia

Presiden Rusia Vladimir Putin diharapkan nyapres lagi untuk pemilu tahun depan. (Sputnik)

Putin Diharapkan Kremlin Bersedia Maju Lagi sebagai Capres Rusia

Marcheilla Ariesta • 17 November 2023 19:55

Moskow: Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan, ia berharap Presiden Rusia Vladimir Putin akan mencalonkan diri pada pemilu Maret depan untuk masa jabatan berikutnya sebagai kepala negara. Jika itu terwujud, maka Putin berpotensi tetap berkuasa di Rusia setidaknya hingga 2030 mendatang.

 

Putin, yang diserahkan kursi kepresidenan oleh Boris Yeltsin di hari terakhir tahun 1999, telah berkuasa lebih lama dibandingkan pemimpin Kremlin lainnya sejak Josef Stalin, bahkan mengalahkan masa jabatan Leonid Brezhnev yang berlangsung 18 tahun. Putin berusia 71 tahun pada 7 Oktober lalu.

 

Ketika ditanya oleh saluran televisi mahasiswa Institut Hubungan Internasional Negeri Moskow (MGIMO) tentang bagaimana seharusnya presiden berikutnya setelah Putin, Peskov mengatakan, "Sama saja, atau berbeda tapi sama."

 

"Putin belum mengumumkan niatnya untuk mencalonkan diri, namun saya dengan tulus ingin percaya bahwa dia akan melakukan hal itu, dan saya yakin dia akan memenangkan pemilu. Saya yakin dia akan terus menjadi presiden,” imbuh Peskov, dilansir dari Malay Mail, Jumat, 17 November 2023.

 

Awal bulan ini, Putin telah memutuskan untuk mencalonkan diri pada pemilu Maret, karena ia merasa harus membawa Rusia melewati periode paling berbahaya dalam beberapa dekade.

 

Bagi Putin, yang menurut jajak pendapat menunjukkan tingkat persetujuan sebesar 80 persen di Rusia, pemilu hanyalah formalitas jika ia mencalonkan diri: dengan dukungan negara, media pemerintah, dan hampir tidak ada perbedaan pendapat masyarakat arus utama, ia pasti akan menang.

 

Tantangan untuk Putin

 

Mantan mata-mata KGB ini menghadapi serangkaian tantangan paling serius yang pernah dihadapi pemimpin Kremlin sejak Mikhail Gorbachev bergulat dengan runtuhnya Uni Soviet lebih dari tiga dekade lalu.

 

Perang di Ukraina telah memicu konfrontasi terbesar dengan Barat sejak Krisis Rudal Kuba 1962. Sanksi Barat telah memberikan guncangan eksternal terbesar terhadap perekonomian Rusia dalam beberapa dekade; dan pada bulan Juni Rusia harus menghentikan upaya pemberontakan yang dilakukan oleh tentara bayaran yang kuat, Yevgeny Prigozhin.

 

Prigozhin tewas dalam kecelakaan pesawat dua bulan kemudian.

 

Negara-negara Barat menganggap Putin sebagai penjahat perang dan diktator yang telah memimpin Rusia melakukan perampasan tanah bergaya kekaisaran di Ukraina.

 

Putin menggambarkan perang tersebut sebagai bagian dari perjuangan yang lebih luas melawan Amerika Serikat, yang menurut Kremlin, bertujuan untuk menghancurkan Rusia dan merampas sumber daya alamnya yang sangat besar.

 

Peskov mengatakan dunia sedang bertransformasi ketika negara-negara Barat berjuang untuk mempertahankan dominasinya pasca-Perang Dingin meskipun dominasinya jelas menurun.

 

“Kolektif Barat akan melakukan apa pun untuk mencoba mempertahankan kepemimpinannya yang mulai hilang,” kata Peskov.

 

Ketika ditanya seperti apa Rusia dalam satu dekade ke depan, Peskov berkata: “Rusia harus menjadi lebih kuat, lebih bijaksana, dan lebih kaya.”

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Metrotvnews.com

(Marcheilla A)