Pelaksana lapangan proyek Huntara, Putra (35) saat ditemui di Desa Rigeb, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, Senin, 2 Februari 2026. ANTARA/Sean Filo Muhamad
Warga Gayo Lues Dapat Penghasilan Tambahan dari Proyek Huntara
Silvana Febiari • 2 February 2026 11:38
Gayo Lues: Masyarakat terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Desa Rigeb, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, mendapatkan penghasilan tambahan dari proyek pembangunan hunian sementara (huntara). Salah satunya Putra (35) yang bekerja sebagai pelaksana lapangan di proyek tersebut.
Putra menjelaskan timnya memperoleh Rp15 juta dari pembangunan satu rangkai (couple) huntara yang terdiri atas lima unit hunian. "Dari Rp15 juta itu, kami bagi lagi untuk lima orang anggota regu," katanya, seperti dilansir Antara, Senin, 2 Februari 2026.
Senada dengan Putra, Abel (40) menyebut proyek pembangunan ini membantu menambah pendapatannya sehari-hari. Dirinya juga bekerja sebagai tukang.
Baca Juga :
"Kami pun kan sebetulnya kena dampak juga, akses jalan, apa segala macam, enggak bisa kan kena dampak ya. Untuk nyambung hidup ya udah kerjain ini juga. Jadi bersyukur gitu bang ada ini buat tambah-tambah," ujar Abel.
Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebutuhan huntara bagi warga korban banjir dan longsor di Kabupaten Gayo Lues mencapai lebih dari 2.000 unit. Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Budi Irawan melaporkan secara keseluruhan kebutuhan huntara di Kabupaten Gayo Lues mencapai 2.659 unit.
"Sesuai permohonan dan pendataan masyarakat terdampak huntara tersebut direncanakan dibangun di 20 titik yang tersebar di tujuh kecamatan," kata dia.

Pekerja melanjutkan pengerjaan hunian sementara (huntara) untuk penyintas banjir bandang dan tanah longsor akhir November 2025 di Desa Rigeb, Kecamatan Dabun Gelang, Gayo Lues, Aceh, Senin, 2 Februari 2026. ANTARA/Fath Putra Mulya
Dari jumlah tersebut, sebanyak 133 huntara sedang dibangun di Desa Rigeb. Adapun sebanyak 25 unit di antaranya sudah selesai dibangun dan dinyatakan siap untuk ditempati.
BNPB menargetkan seluruh pembangunan huntara dapat diselesaikan sebelum Ramadan 2026 agar segera dimanfaatkan masyarakat sambil menunggu proses pembangunan hunian tetap (huntap).