Tangkapan layar dari media sosial melalui akun @jakartaselatan24jam yang memperlihatkan sekelompok orang melakukan konvoi dengan sepeda motor melintasi JLNT Casablanca, Jakarta Selatan. ANTARA/Instagram/@jakartaselatan24jam/Ilham Kausar.
Polda Metro Usut Perusakan Portal JLNT Casablanca
Siti Yona Hukmana • 23 February 2026 13:45
Jakarta: Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengusut kasus perusakan portal Jalan Layang Non Tol (JLNT) Casablanca di Jakarta Selatan. Pelaku diduga kelompok pengendara sepeda motor.
"Saat ini, sedang kita dalami kelompok pengendara tersebut," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin seperti dilansir dari Antara, Senin, 23 Februari 2026.
Komarudin menjelaskan pihaknya tengah berkoordinasi dengan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Koordinasi utamanya melihat celah pidana perusakan tersebut.
Peristiwa ini diketahui dari beredarnya sebuah vdieo yang diunggah oleh akun @jakartaselatan24jam. Video itu memperlihatkan sejumlah pengendara sepeda motor merusak portal JLNT Casablanca untuk konvoi.
"Diduga terjadi pengrusakan pada fasilitas umum yaitu pembukaan paksa portal JLNT Casanlanca," tulis akun tersebut.
Sebelumnya, Dinas Perhubungan DKI Jakarta menguji coba penutupan terbatas JLNT Casablanca pada 1-15 April 2024. Sebagai rute alternatif kendaraan dari arah barat (Tanah Abang) maupun dari arah timur (Casablanca), pengendara dapat melintasi jalur bawah jalan Prof. Dr Satrio.
Seluruh pengguna jalan diimbau agar dapat menyesuaikan pengaturan lalu lintas yang ditetapkan, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, petunjuk petugas di lapangan, serta mengutamakan keselamatan di jalan.

Ilustrasi balap liar. Foto: Metrotvnews.com
Sementara itu, Polda Metro Jaya menutup JLNT Casablanca mulai 1 April 2024 pada pukul 21.00-04.00 WIB karena mulai pukul 21.00 WIB ke atas, lalu lintas di jalan tersebut cenderung sepi.
"Kita evaluasi, ternyata Casablanca itu setelah jam 9 malam, arus yang dari arah barat ke timur maupun timur ke barat itu sudah landai. Jadi, jalur bawah itu bisa digunakan dengan nyaman," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya sebelumnya, Kombes Pol Latif Usman, pada 29 Maret 2024.
Menurut dia, penutupan JLNT tersebut bertujuan agar pada malam hari tidak dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, khususnya untuk balapan liar.