Warga Pelalawan Diterkam Harimau Sumatra saat Istirahat di Dermaga

Ilustrasi Harimau Sumatra. (MI/RK)

Warga Pelalawan Diterkam Harimau Sumatra saat Istirahat di Dermaga

Media Indonesia • 27 February 2026 22:31

Pelalawan: Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menerima laporan dari Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) PT Satria Perkasa Agung (SPA) Serapung mengenai serangan Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) terhadap seorang warga. Peristiwa itu terjadi di area Dermaga PT SPA Serapung, Desa Teluk, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan, Riau, sekitar pukul 23.30 WIB, Rabu, 25 Februari 2026.

Berdasarkan informasi tim di lapangan, korban bernama Kohai bersama lima rekannya melakukan perjalanan menggunakan tabut atau pompong. Namun karena air sungai surut, mereka bersandar sementara di Dermaga PT SPA Serapung sejak pukul 20.00 WIB, Selasa, 24 Februari 2026, sambil menunggu pasang air.

"Pada saat para warga beristirahat di atas tabut atau pompong, seekor Harimau Sumatra tiba-tiba muncul dari arah daratan atau semak-semak di sekitar dermaga dan langsung menerkam korban pada bagian belakang kepala," ujar Kepala Balai Besar KSDA Riau, Supartono, Jumat, 27 Februari 2026. 


Serangan Harimau Sumatra terhadap warga disaksikan salah satu rekan korban, yang segera berteriak minta pertolongan. Petugas keamanan Pos Dermaga PT SPA Serapung langsung menuju lokasi untuk mengamankan dan mengevakuasi korban.

"Korban selanjutnya dibawa menggunakan kendaraan operasional menuju Pos P3K PT. SPA Serapung untuk mendapatkan penanganan medis awal, sebelum akhirnya dirujuk ke Puskesmas Penyalai guna penanganan lebih lanjut," jelasnya.


Ilustrasi. Harimau liar yang ditangkap BKSDA Aceh. MI/AMIRUDDIN ABDULLAH REUBEE


Saat ini, kata Supartono, Tim Balai Besar KSDA Riau bersama sejumlah pihak masih memantau Harimau Sumatra di lokasi kejadian. Mereka juga melakukan mitigasi untuk mencegah kejadian serupa dan memastikan keselamatan masyarakat di sekitar area tersebut.

"Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, menghindari aktivitas di area rawan pada malam hari, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan keberadaan satwa liar di sekitar permukiman," ungkapnya. (MI/Rudi Kurniawansyah)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)