Atlet Taekwondo Indonesia Aziz Hidayat Tumakaka meraih dalam ajang WT President's Cup Oceania dan Australia Open. Dok. Istimewa
Atlet Taekwondo Indonesia Raih 2 Medali di WT President's Cup Oceania dan Australia Open
Achmad Zulfikar Fazli • 21 June 2026 16:43
Jakarta: Tim Pelatnas Taekwondo Indonesia meraih satu medali perunggu dan satu medali perak dalam dua ajang internasional. Medali tersebut didapatkan dalam ajang yang berlangsung di Gold Coast Sports and Leisure Centre, Queensland, Australia, pada 18–21 Juni 2026.
Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Letjen TNI Richard Tampubolon mengapresiasi pencapaian atlet yang tampil pada WT President's Cup Oceania 2026 (G3) dan Australia Open 2026 (G2). Prestasi terbaik diraih Aziz Hidayat Tumakaka di kelas -54 kilogram putra.
Pada WT President's Cup Oceania, Aziz meraih medali perunggu setelah melaju hingga semifinal. Dia mengalahkan atlet Jepang Ohara Keishin sebelum dihentikan wakil Amerika Serikat Gun Youngsuk Ethan.
Penampilan Aziz berlanjut positif di Australia Open 2026. Atlet Indonesia itu menembus final dan meraih medali perak setelah mengalahkan wakil Australia Chau Nathan, serta atlet Hong Kong Chau Ngai Long di semifinal.
Pada partai final, Aziz harus mengakui keunggulan atlet Brasil De Moraes Giovanni Aubin dalam pertandingan tiga ronde yang berlangsung ketat.
Sementara itu, Khavka Zhaviv (-63 kg) dan Mhd Raihan Fadhilah (-80 kg) belum meraih medali meski mampu memberikan perlawanan kepada lawan-lawan mereka di babak awal.
Baca Juga:
Taekwondo Indonesia Loloskan Tiga Nomor ke Asian Games Nagoya 2026 |

Atlet Taekwondo Indonesia Aziz Hidayat Tumakaka meraih dalam ajang WT President's Cup Oceania dan Australia Open. Dok. Istimewa
Manajer Pelatnas Taekwondo Indonesia Adhy Ariansyah mengatakan keikutsertaan pada dua turnamen tersebut bagian dari persiapan menuju Asian Games Nagoya 2026 dan SEA Games Kuala Lumpur 2027.
"Selain mengejar prestasi, ajang ini penting untuk menambah poin ranking dunia serta meningkatkan jam terbang atlet menghadapi persaingan internasional," ujar Adhy Ariansyah dalam keterangan tertulis, Minggu, 21 Juni 2026.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBTI Pino Indra menambahkan turnamen berstatus G3 dan G2 tersebut menjadi kesempatan penting bagi atlet Indonesia untuk meningkatkan posisi ranking dunia, sekaligus mengukur kemampuan menghadapi atlet-atlet elite dunia.
Perolehan satu medali perunggu dan satu medali perak dinilai menjadi modal positif bagi Taekwondo Indonesia dalam menatap agenda internasional yang lebih besar pada 2026 dan 2027.