Houthi mengklaim telah meluncurkan puluhan rudal balistik dan drone ke Pangkalan Udara King Khalid di Arab Saudi. (Anadolu Agency)
Houthi Klaim Serang Pangkalan Udara Saudi dengan Puluhan Rudal dan Drone
Willy Haryono • 14 September 2026 17:02
Sanaa: Kelompok pemberontak Houthi asal Yaman mengklaim telah melancarkan serangan besar-besaran dengan menggunakan rudal dan drone ke pangkalan udara Arab Saudi di Kota Khamis Mushait, Senin, 14 September 2026.
Juru bicara militer Houthi Yahya Saree mengatakan kelompoknya menargetkan Pangkalan Udara King Khalid dengan puluhan rudal balistik dan drone.
Dalam pernyataannya, Saree mengklaim serangan menyasar sejumlah fasilitas militer di pangkalan tersebut, termasuk hanggar pesawat, radar, landasan pacu, depot amunisi, serta fasilitas lainnya.
Dilansir dari Anadolu Agency, Houthi mengklaim serangan tersebut telah menyebabkan “kerugian besar” di Pangkalan Udara King Khalid.
Namun, hingga saat ini, Arab Saudi belum memberikan konfirmasi mengenai klaim Houthi terkait kerusakan di pangkalan tersebut.
Houthi Klaim Balasan Serangan Udara Saudi
Houthi mengatakan operasi tersebut merupakan respons terhadap serangkaian serangan udara Arab Saudi di Yaman.Kelompok tersebut mengklaim pesawat tempur F-15 dan Typhoon milik Arab Saudi telah melancarkan lebih dari 300 serangan udara di sejumlah provinsi Yaman dalam lima hari terakhir. Klaim itu belum dapat diverifikasi secara independen.
Sementara itu, Pertahanan Sipil Arab Saudi mengeluarkan peringatan kepada warga di wilayah Khamis Mushait.
Namun, otoritas kemudian menyatakan bahwa “bahaya telah berlalu” dan meminta warga tetap mengikuti instruksi Pertahanan Sipil serta menghindari berkumpul dan merekam situasi di lokasi.
Houthi memperingatkan akan terus melancarkan serangan ke wilayah Arab Saudi selama operasi militer Riyadh di Yaman berlanjut.
Kelompok tersebut juga memperingatkan bahwa serangan baru terhadap mereka akan dibalas dengan operasi yang “lebih luas dan lebih parah."
Saudi-Houthi Saling Serang
Serangan terbaru tersebut terjadi ketika ketegangan antara Arab Saudi dan Houthi meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir.Arab Saudi meningkatkan serangan udara terhadap wilayah-wilayah Yaman yang dikuasai Houthi. Sebaliknya, Houthi melancarkan serangan rudal dan drone yang menyasar sejumlah kota di Arab Saudi bagian selatan serta fasilitas energi.
Pekan lalu, otoritas Arab Saudi mengatakan 73 warga sipil terluka akibat serangan Houthi yang menargetkan Abha, Khamis Mushait, Jazan, dan Najran.
Serangan tersebut juga dilaporkan memicu kebakaran dan mengakibatkan gangguan sementara pada sejumlah fasilitas energi di Arab Saudi.
Konflik antara Houthi dan Arab Saudi telah berlangsung selama lebih dari satu dekade.
Houthi merebut ibu kota Yaman, Sanaa, pada 2014. Setahun kemudian, Arab Saudi memimpin koalisi militer negara-negara Arab untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dan melancarkan operasi militer terhadap kelompok tersebut.
Konflik berkepanjangan itu telah menjadikan Yaman salah satu titik krisis paling kompleks di kawasan Timur Tengah.
Baca juga: Yaman Bertekad Pulihkan Institusi Negara di Tengah Perang Melawan Houthi