Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: Metro TV/Diva Rabiah.
DEN Siapkan Perlinsos Nontunai untuk Cegah Penyalahgunaan Dana
Diva Rabiah • 10 September 2026 16:02
Jakarta: Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menyiapkan sistem perlindungan sosial (perlinsos) berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Sistem tersebut diarahkan untuk meningkatkan transparansi penyaluran bantuan sosial (bansos) sekaligus mengurangi risiko penyalahgunaan dana.
Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan skema baru perlinsos tidak lagi menggunakan penyaluran bantuan dalam bentuk barang. Bantuan akan diberikan dalam bentuk uang yang masuk ke rekening penerima manfaat.
Menurut Luhut, dana tersebut dapat digunakan penerima untuk berbagai kebutuhan, seperti membayar listrik, membeli kebutuhan pokok, dan membeli bahan bakar minyak (BBM).
"Ini jadi membuat kita lebih transparan, membuat kita lebih adil, dan membuat kita kurang korupsi pasti karena akan sedikit ketemu manusia dengan manusia," tegas dia.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: Metro TV/Diva Rabiah.
Transaksi nontunai
Luhut mengatakan pemerintah juga menyepakati penyaluran perlinsos menggunakan transaksi nontunai. Skema tersebut ditujukan untuk mengurangi potensi penyalahgunaan dana dalam proses penyaluran bantuan.
"Jadi itu juga untuk mengurangi korupsi. Nanti kalau ada orang yang nyokok-nyokok, ya duitnya enggak bisa lagi dia taruh ke bank karena harus ada underline-nya. Dia mau simpan di rumahnya, rumahnya bawa duit ya urusan dia," kata Luhut.
Sistem perlinsos berbasis AI tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mendigitalisasi penyaluran bantuan dan memperkuat transparansi dalam pengelolaan bantuan sosial.