Wapres Gibran Rakabuming membuka Tanwir II Pemuda Muhammadiyah Tahun 2026 di Badung, Bali, Kamis (21/05/2026). ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Wapres
Wapres Ajak Generasi Muda Bergandengan Tangan Hadapi Krisis Global
Achmad Zulfikar Fazli • 21 May 2026 20:07
Jakarta: Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka mengajak generasi muda Indonesia untuk saling bergandengan tangan menghadapi berbagai krisis global sekaligus mendukung pembangunan nasional. Dia menyampaikan kondisi global saat ini penuh dinamika dan membutuhkan kolaborasi antargenerasi muda.
"Ini adalah momen-momen yang penuh dinamika, ini adalah krisis global, geopolitik yang tidak menentu, perang dagang, perang tarif, perubahan iklim, disrupsi teknologi, ini waktunya anak-anak muda, sesama anak muda saling bergandengan tangan," kata Gibran saat membuka Tanwir II Pemuda Muhammadiyah Tahun 2026 di Badung, Bali, dilansir dari Antara, Kamis, 21 Mei 2026.
Pesan itu sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan keterlibatan generasi muda dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia, pemerataan pendidikan dan kesehatan, serta pengembangan potensi daerah guna menghadapi tantangan global dan mewujudkan Indonesia maju.
Menurut Wapres, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut. Terlebih, kata dia, Indonesia akan memasuki bonus demografi dengan dominasi penduduk usia produktif.
"Pemerintah tidak bisa sendiri, apalagi nanti kita ada bonus demografi, di mana sebagian besar penduduk kita, ada pada usia yang produktif," jelas dia.
Pemanfaatan Bonus Demografi dan Pembangunan 3T

Ilustrasi generasi muda. Dok. Medcom
Dia menekankan pentingnya momentum bonus demografi dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing generasi muda Indonesia.
"Dan ini adalah saat yang sangat penting, sangat krusial, karena momen ini hanya datang satu kali dan tidak akan terulang lagi. Karena itu saya berpesan sekali lagi, anak-anak muda harus saling bergandengan tangan," kata Wapres.
Baca Juga:
Presiden Prabowo Dorong Anak Muda Lahirkan Usaha Baru |
Secara khusus, Wapres mengajak Pemuda Muhammadiyah untuk lebih aktif terlibat dalam penguatan pembangunan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), termasuk di Papua. Menurut dia, keterlibatan generasi muda sangat dibutuhkan untuk mendukung pemerataan pendidikan, kesehatan dan transformasi digital di daerah-daerah terpencil.
Wapres beberapa kali mengunjungi berbagai wilayah di Papua untuk memastikan program-program pemerintah dapat menjangkau masyarakat di daerah terpencil.
"Kalau bisa, mungkin kunjungan berikutnya kita ajak teman-teman Pemuda Muhammadiyah ke Papua agar tahu keadaan riil dan bagaimana tantangan di sana. Karena Pemuda Muhammadiyah pasti sangat konsen terhadap masalah kesehatan dan pendidikan," ujar Wapres.
Wapres menegaskan tidak akan memaksa Pemuda Muhammadiyah untuk ikut mengunjungi Papua. Namun, jika bersedia, dia memastikan akan mengajak ke Bumi Cenderawasih.
"Saya tidak maksa, tapi kalau bersedia, ya kita ajak,” ujar dia.
Dalam kesempatan tersebut, Wapres menyampaikan apresiasi kepada Pemuda Muhammadiyah karena konsisten melahirkan kader-kader muda unggul dan berakhlak yang kini berkontribusi di berbagai sektor strategis nasional.