Presiden Prabowo Dorong Anak Muda Lahirkan Usaha Baru

Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI di Gedung Nusantara. Foto: TV Parlemen/BPMI Setpres

Presiden Prabowo Dorong Anak Muda Lahirkan Usaha Baru

Muhamad Marup • 20 May 2026 12:46

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto mendorong lahirnya pengusaha-pengusaha baru dan muda untuk menopang perekonomian Indonesia.

Pemerintah akan memberikan pelatihan kewirausahaan untuk merealisasikan hal tersebut.

"Pemerintah ingin membuka pendidikan kewirausahaan. Kita harus bantu. Kita punya anak-anak muda yang hebat-hebat," ujar Prabowo dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 dalam Rangka Penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD-RI, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.

Selain pendidikan, Presiden juga akan mengupayakan pemberian modal. Ia mengimbau Bank Himbara untuk lebih patriotik, salah satunya dengan memberikan kredit kepada usaha kecil dengan bunga terjangkau.

"Kita dorong dan beri kesempatan bagi mereka untuk jadi pengusaha yang kuat. pengusaha yang baru," kata Presiden.

Pada kesempatan tersebut, Prabowo juga mengungkapkan peran penting sektor swasta dalam sistem perkonomian. Menurutnya, jangan sampai ada kesimpulan bahwa Indonesia tidak perlu peran swasta dalam sistem perekonomian.

"Dalam usaha memperbaiki kelemahan tata keloloa, jangan berkesimpulan indonesia tidak perlu sistem perekonomian di mana swasta mengambil peran besar," ujar Prabowo dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 dalam Rangka Penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD-RI, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.

Presiden menerangkan, Ekonomi Pancasila di Indonesia merupakan jalan tengah yang mengambil sisi positif dari tiap sistem ekonomi. Dalam konsep tersebut, pihak swasta memiliki peran penting.

"Justru kita perlu sektor swasta, kita perlu mendukung peran sektor swasa yang dinamis, kita perlu pengusaha-pengusaha yang penuh inovasi, penuh inisiatif, dan memiliki kemampuan manajerial yang baik dan andal," jelas Presiden Prabowo.

Prabowo mengungkapkan, untuk menciptakan sistem ekonomi yang baik, semua pihak harus bergotong royong. Jangan sampai ada satu golongan yang tertinggal.

"Itu arti gotong royong. Yang kuat maju menarik yang lemah, yang lemah berhimpun melaksanakan usaha bersama dalam bentuk-bentuk koperasi. Tidak boleh yang kaya menang sendiri dan membiarkan yang lemah terlantar," tutur Presiden Prabowo.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)