Jelang Iduladha, Permintaan Hewan Kurban di Ternate Meningkat

Pedagang merawat hewan kurban sebelum diperjual belikan untuk Idul Adha. ANTARA/Dedy Azis

Jelang Iduladha, Permintaan Hewan Kurban di Ternate Meningkat

Lukman Diah Sari • 19 May 2026 12:03

Ternate: Permintaan hewan kurban di Kota Ternate, Maluku Utara, untuk sapi dan kambing mulai meningkat menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Salah satu pemilik lapak ternak di Ternate Utara, Sugeng Sugiono, mengatakan tren pembelian hewan kurban tahun ini meningkat ketimbang tahun sebelumnya, karena masyarakat memesan lebih awal sebelum hari raya.

"Harga sapi yang ditawarkan bervariasi sesuai dengan bobot dan kualitas hewan, mulai dari Rp12 juta hingga Rp60 juta per ekor," kata Sugeng, melansir Antara, Selasa, 19 Mei 2026.

Ia menjelaskan seluruh sapi yang dijual didatangkan langsung dari Subaim, Kabupaten Halmahera Timur. Dia memastikan hewan-hewan ternak tersebut telah melalui pemeriksaan kesehatan dari instansi terkait.

"Semua sapi sudah diperiksa kesehatannya sehingga layak untuk dikurbankan sesuai syariat dan aman bagi masyarakat," ujar dia.

Petugas dari BidangPeternakan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Temanggung,memeriksa hewan di tingkat peternak. ANTARA/Heru Suyitno

Sementara itu, pedagang hewan kurban lainnya, Ahmad Yusuf, mengaku permintaan sapi dan kambing kurban mulai meningkat dalam sepekan terakhir. Terutama dari kelompok warga yang membeli secara patungan.

"Biasanya mendekati Iduladha baru ramai, tapi sekarang banyak yang sudah pesan dari awal Mei karena khawatir harga naik," jelas dia.

Yusuf menyebut harga hewan kurban tahun ini relatif stabil, meski biaya transportasi dari daerah pemasok mengalami kenaikan.  Untuk sapi ukuran sedang dijual sekitar Rp18 juta hingga Rp25 juta per ekor.

Menurut dia, meningkatnya kesadaran masyarakat untuk membeli lebih awal juga membantu pedagang dalam menyiapkan stok dan distribusi hewan kurban secara lebih baik.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara juga menyiapkan pengendalian harga pangan menjelang Idul Adha. Gubernur Maluku Utara Sherly Laos menilai, ketergantungan Maluku Utara terhadap pasokan pangan dari luar daerah masih tinggi.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pemprov Maluku Utara mulai menjajaki kerja sama dengan sejumlah investor guna mengembangkan kawasan peternakan seluas lima hingga 10 hektare sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)