Panen jagung. Foto: MI/Bagus
Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional, Swasembada Jagung Didukung Penuh
Rahmatul Fajri • 24 January 2026 07:51
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menegaskan upaya penguatan ketahanan pangan nasional. Salah satunya, melalui swasembada jagung. Hal itu didukung dengan memfasilitasi petani jagung.
"Petani jagung berada di jantung dalam upaya peningkatan produksi pangan. Akses terhadap teknologi benih yang andal serta praktik budidaya yang tepat sangat penting untuk menjaga produktivitas secara berkelanjutan," kata Cluster Lead East Asia & Pakistan Bayer Crop Science, Mateus Barros, dikutip dari Media Indonesia, Sabtu, 24 Januari 2026.
Pihaknya melakukan panen raya jagung bersama 800 petani untuk varietas hibrida Dekalb DK19C ”Cantik” dan DK79C “Kuat” di Kabupaten Grobogan dan Kendal, Jawa Tengah. Hasil panen di dua wilayah strategis ini menunjukkan capaian signifikan.
Produktivitas petani dilaporkan meningkat sebesar 15 persen dengan kenaikan pendapatan mencapai 20 persen per musim tanam. Total produksi mencapai 6–7 ton per hektare, melampaui rata-rata produksi nasional sebesar 5,93 ton per hektare.
Dua varietas yang dipanen memiliki spesifikasi khusus untuk agroekologi yang berbeda. Varietas DK19C "Cantik" dikenal dengan stabilitas hasil panen di lahan umum, sementara DK79C "Kuat" dirancang khusus untuk menghadapi tantangan lahan kering dan wilayah berbukit dengan masa panen lebih singkat, yakni 100 hari.
Country Commercial Lead Bayer Crop Science Indonesia dan Malaysia, Yuchen Li, menekankan bahwa benih berkualitas harus dibarengi dengan pendampingan teknis yang konsisten. Bayer menjalankan program Better Life Farming serta pusat riset Bayer JUARA di Klaten untuk memastikan petani mendapatkan informasi budidaya terbaik.
"Peningkatan produktivitas tidak hanya bergantung pada varietas benih. Benih berkualitas tinggi harus didukung dengan pendampingan teknis, akses informasi, serta praktik pertanian yang lebih baik," kata Yuchen.
Penerapan teknologi digital juga dilakukan melalui platform TANIA (Teman Petani Indonesia) serta komunitas SOBAT Bayer yang memungkinkan ribuan petani berdiskusi langsung mengenai kendala hama dan pemupukan.

Panen jagung. Foto: MI/Bagus
Sementara itu, petani asal Kendal Zakaria mengaku hasil panennya kini jauh lebih stabil setelah mengikuti program demoplot dan pendampingan dari Bayer.
"Saya bisa melihat perbedaannya langsung, dari cara tanam hingga pengendalian hama. Hasilnya lebih bagus dan konsisten," ungkapnya.
Berdasarkan data BPS, produksi jagung nasional pada tahun 2025 diperkirakan mencapai 16,11 juta ton. Jawa Tengah berkontribusi besar dengan pasokan sekitar 3,18 juta ton. Keberhasilan program di Grobogan dan Kendal ini diharapkan menjadi pilar utama dalam menjaga stabilitas pasokan jagung untuk industri pangan dan pakan ternak nasional di tengah tantangan perubahan iklim.