Rudal Iran Masuk Wilayah Udara Turki, Ditembak Jatuh Sistem NATO

Rudal Iran diklaim ada yang mencapai Turki. Foto: Wana

Rudal Iran Masuk Wilayah Udara Turki, Ditembak Jatuh Sistem NATO

Muhammad Reyhansyah • 5 March 2026 15:28

Ankara: Turki menyatakan sistem pertahanan udara NATO menembak jatuh rudal balistik Iran yang mengarah ke wilayah udara negara itu pada Rabu, 4 Maret 2026. 

Insiden ini menjadi pertama kalinya anggota aliansi tersebut terseret langsung dalam konflik Timur Tengah yang sedang berlangsung.

Mengutip India Today, Kamis, 5 Maret 2026, pemerintah Turki memperingatkan semua pihak agar menahan diri dari tindakan yang dapat memperburuk eskalasi konflik, menandakan Ankara belum berencana meminta dukungan langsung dari aliansi trans-Atlantik tersebut.

Namun, Turki berpotensi mengaktifkan Pasal 4 NATO jika menilai pelanggaran wilayah udara tersebut sebagai ancaman serius. Langkah itu dapat membuka jalan menuju Pasal 5, yang mewajibkan negara-negara anggota untuk memberikan bantuan pertahanan kolektif.

Tidak jelas ke mana rudal tersebut sebenarnya diarahkan. NATO mengecam tindakan Iran yang menargetkan Turki, negara dengan kekuatan militer terbesar kedua di aliansi setelah Amerika Serikat serta menegaskan dukungannya kepada semua sekutu.

Amerika Serikat memiliki pasukan udara di pangkalan Incirlik Air Base di selatan Turki, yang berada di wilayah dekat Provinsi Hatay. Otoritas setempat mengatakan puing dari rudal pencegat NATO jatuh di wilayah tersebut.

Ankara menegaskan Washington tidak menggunakan pangkalan Incirlik dalam serangan udara terhadap Iran yang dilakukan bersama Israel, operasi yang memicu serangan balasan drone dan rudal dari Teheran.

Kementerian Pertahanan Turki menyebut rudal Iran itu sebelumnya melintasi wilayah Irak dan Suriah sebelum akhirnya ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara dan rudal NATO yang ditempatkan di Laut Mediterania timur.

“Semua langkah yang diperlukan untuk mempertahankan wilayah dan ruang udara kami akan diambil, dan kami berhak merespons setiap tindakan bermusuhan,” kata kementerian tersebut.

Potensi Eskalasi

Pernyataan pejabat Turki tidak secara langsung menyebut kemungkinan aktivasi Pasal 4 NATO, dan Ankara juga tidak memberikan komentar tambahan ketika diminta tanggapan oleh Reuters.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan tidak ada indikasi insiden tersebut akan memicu Pasal 5 NATO, yang hanya pernah diaktifkan sekali setelah serangan September 11.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan menyampaikan protes kepada mitranya dari Iran Abbas Araqchi melalui sambungan telepon setelah insiden tersebut, menurut sumber diplomatik Turki.

Beberapa negara di kawasan Teluk dan wilayah lain juga terdampak konflik yang meluas. Bahkan hingga ke negara anggota Uni Eropa, Siprus, di mana sebuah pangkalan udara Inggris dilaporkan terkena serangan drone.

Sebelum konflik meletus, Ankara sebenarnya berupaya memediasi pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran dalam beberapa pekan terakhir.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)