Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia (tengah). Foto: Breaking News Metro TV.
Bahlil: Parpol Dukung Langkah Presiden Prabowo Antisipasi Dinamika Global
Fachri Audhia Hafiez • 4 March 2026 00:35
Jakarta: Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menegaskan dukungan penuh partai politik (parpol) terhadap langkah strategis Presiden Prabowo Subianto dalam menghadapi gejolak geopolitik dunia. Dalam pertemuan tokoh bangsa di Istana Merdeka, Bahlil menyoroti pentingnya kesiapan Indonesia, khususnya dalam mengamankan sektor energi nasional dari dampak dinamika global.
"Berkait dengan perkembangan geopolitik dan kesiapan Indonesia dalam menghadapi semua dinamika global. Khususnya dalam konteks energi dan beberapa soal lain. Prinsipnya adalah kami dari partai politik sangat memahami posisi yang dilakukan oleh Bapak Presiden dan juga adalah kesiapan-kesiapan langkah-langkah untuk mengantisipasi ini," ujar Bahlil di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, dikutip dari tayangan Breaking News Metro TV, Selasa malam, 3 Maret 2026.
Bahlil menjelaskan bahwa partai politik saat ini memiliki kesepahaman yang sama dengan pemerintah terkait langkah-langkah antisipatif yang perlu diambil. Menurutnya, stabilitas dalam negeri hanya bisa terjaga jika Indonesia mampu memitigasi risiko dari ketidakpastian global yang kian dinamis.
"Semuanya ini kita lakukan dalam rangka bagaimana mendorong agar kejadian di global bisa kita antisipasi untuk mengamankan negara kita," ujar Bahlil.

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. Foto: Breaking News Metro TV.
Sementara, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menilai Presiden Prabowo Subianto memiliki pandangan yang sangat konstruktif dalam menghadapi tantangan besar bangsa ke depan. Surya Paloh menekankan pentingnya langkah-langkah kebijaksanaan yang tidak sekadar linier, melainkan mengedepankan manuver taktis dalam ranah diplomasi.
"Untuk membangun kesadaran yang kita bersama bagaimana tantangan yang begitu besar dihadapi oleh bangsa ini, memerlukan langkah-langkah kebijaksanaan, bukan dengan kontekstual cara berpikir yang linear semata-mata, tapi juga mengambil beberapa manuver taktis dan strategis, yang barangkali bisa kita pahami bersama. Artinya bagaimana penegasan hubungan diplomasi itu harus tetap terjaga dengan para pihak," ujar Surya Paloh.