BNPP Perkuat Edukasi Pengelolaan Perbatasan kepada Generasi Muda

Sosialisasi peran, tugas, dan fungsi BNPP RI di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Kalimantan Barat, Selasa, 3 Maret 2026. Dokumentasi/ BNPP RI.

BNPP Perkuat Edukasi Pengelolaan Perbatasan kepada Generasi Muda

Deny Irwanto • 4 March 2026 15:43

Mempawah: Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI memperkuat pemahaman generasi muda terhadap pengelolaan kawasan perbatasan negara melalui program BNPP MENYALA (Menyapa Langsung Praja dan Mahasiswa). Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi peran, tugas, dan fungsi BNPP RI yang digelar perdana di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Kalimantan Barat, Selasa, 3 Maret 2026.

"Perbatasan itu membutuhkan dirigen. Praja IPDN disiapkan untuk memahami aspek hukum, administrasi, dan sosial secara utuh, sehingga kelak mampu mengoordinasikan pelayanan dan tata kelola di kawasan perbatasan tanpa ego sektoral," kata Sekretaris BNPP RI, Komjen Makhruzi Rahman, Rabu, 4 Maret 2026.

Kegiatan ini sekaligus menjadi pembuka rangkaian BNPP MENYALA yang akan dilaksanakan di delapan ibu kota provinsi perbatasan Indonesia. Program tersebut dirancang untuk melibatkan praja IPDN serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri (PTN) sebagai upaya menanamkan kesadaran strategis mengenai pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan negara kepada generasi muda.

Makhruzi menjelaskan pengenalan batas wilayah negara, konsep pengelolaan perbatasan, peran strategis Pos Lintas Batas Negara (PLBN), hingga berbagai permasalahan aktual di kawasan perbatasan. Ia juga menekankan kehadiran aparatur negara di wilayah perbatasan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga berperan menjaga dan memperkuat nasionalisme masyarakat.


Sosialisasi peran, tugas, dan fungsi BNPP RI di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Kalimantan Barat, Selasa, 3 Maret 2026. Dokumentasi/ BNPP RI.

"Praja dibutuhkan untuk menjalankan fungsi pembinaan masyarakat. Nasionalisme warga perbatasan harus dijaga melalui pelayanan yang humanis dan solutif, bukan semata-mata instruksi formal," jelas Makhruzi.

Dia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman praja tentang tugas dan fungsi BNPP RI, dan terbangunnya komunikasi dan sinergi antara BNPP RI dan IPDN, serta publikasi positif kegiatan BNPP RI.

"Mudah-mudahan adik-adik kita bisa menjalankan perkuliahan dengan baik dan sampai akhir finish dengan nilai yang baik dan attitude yang baik," ungkap Makhruzi.

Sementara Kelompok Ahli BNPP RI, Nur Kholis, mengajak para praja IPDN memahami perbatasan negara dari sudut pandang konseptual dan global. Ia menguraikan teori dan evolusi konsep perbatasan, fungsi strategis kawasan perbatasan, hingga dinamika pengelolaan perbatasan di berbagai negara di dunia.


Sosialisasi peran, tugas, dan fungsi BNPP RI di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Kalimantan Barat, Selasa, 3 Maret 2026. Dokumentasi/ BNPP RI.


Nur Kholis juga menyoroti isu-isu strategis, termasuk hak asasi manusia (HAM) di kawasan perbatasan serta pentingnya pola pikir kritis bagi calon aparatur negara. Menurutnya, pengelolaan perbatasan harus berbasis pembelajaran berkelanjutan, termasuk belajar dari praktik dan kesalahan.

Melalui BNPP MENYALA, BNPP RI menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah generasi muda, membangun sinergi dengan lembaga pendidikan, serta menyiapkan sumber daya manusia aparatur yang berwawasan kebangsaan, berintegritas, dan siap mengabdi bagi kemajuan kawasan perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Deny Irwanto)