Dubes AS Sebut Pintu Negosiasi dengan Iran Masih Terbuka

Duta Besar AS untuk PBB Mike Waltz. (Anadolu Agency)

Dubes AS Sebut Pintu Negosiasi dengan Iran Masih Terbuka

Muhammad Reyhansyah • 21 September 2026 14:14

New York: Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Mike Waltz mengatakan pintu negosiasi dengan Iran masih terbuka untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah.

Waltz menyampaikan pernyataan tersebut dalam acara Al-Monitor Live di New York, Minggu, 20 September 2026, di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB.

Waltz mengatakan pemerintahan Presiden AS Donald Trump meyakini waktu berada di pihak Washington dalam konflik dengan Iran yang dimulai pada 28 Februari.

"Saya memang meyakini demikian," kata Waltz ketika ditanya penasihat senior Al-Monitor Andrew Parasiliti apakah Washington meyakini waktu berada di pihaknya.

Ia kemudian mengatakan "pintu terbuka bagi Iran untuk kembali ke meja perundingan."

Waltz juga membantah laporan bahwa Teheran meminta pencabutan sanksi AS dan pembayaran kompensasi sebagai syarat untuk kembali berunding. Ia menyebut laporan tersebut "fantastis".

"Rezim Iran berada pada titik terlemahnya sejak 1979 dan semakin melemah," kata Waltz, merujuk pada tekanan ekonomi dan jatuhnya nilai mata uang Iran.

"Mereka akan kembali (ke perundingan), saya berharap secara damai dan diplomatis," lanjutnya, dikutip dari Anadolu, Senin, 21 September 2026.

AS Bahas Rencana Perdamaian Gaza

Mengenai Gaza, Waltz menggambarkan pendekatan pemerintahan Trump sebagai "jenis multilateralisme baru."

Ia mengatakan pembicaraan dengan Israel mengenai penerapan rencana 20 poin Presiden Trump untuk Gaza dapat "bergerak maju setelah pemilu diselesaikan". Ia merujuk pada pemilihan parlemen Israel yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober.

Rencana tersebut mencakup pembentukan pemerintahan teknokratis Palestina, rekonstruksi, dan Pasukan Stabilisasi Internasional. Namun, negosiasi mengenai pelucutan senjata Hamas dan penarikan pasukan Israel masih terhenti.

Waltz juga mengatakan terdapat sejumlah calon anggota yang tertarik bergabung dengan Abraham Accords, kesepakatan untuk menormalisasi hubungan dengan Israel, tetapi tidak menyebutkan negara-negara tersebut.

Ia turut menyambut keputusan Israel dan Maroko untuk bertukar duta besar pada awal bulan ini.

Terkait Irak, Waltz memuji upaya Perdana Menteri Ali al-Zaidi untuk menempatkan milisi yang didukung Iran di bawah kendali negara. Menurut Waltz, kondisi Iran yang melemah dapat membuka peluang untuk membatasi pengaruh kelompok-kelompok tersebut.

Baca juga: IRGC Klaim Tembak Jatuh Drone MQ-1 AS di Selat Hormuz

(Willy Haryono)