IRGC Klaim Tembak Jatuh Drone MQ-1 AS di Selat Hormuz

IRGC mengklaim menembak jatuh drone MQ-1 milik AS di Selat Hormuz. (Anadolu Agency)

IRGC Klaim Tembak Jatuh Drone MQ-1 AS di Selat Hormuz

Muhammad Reyhansyah • 21 September 2026 14:00

Teheran: Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah berhasil mencegat dan menghancurkan sebuah drone MQ-1 milik Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) di atas Selat Hormuz pada Senin, 21 September 2026.

Menurut laporan Mehr News Agency, IRGC menyatakan bahwa drone tersebut ditembak jatuh menggunakan sistem pertahanan udara antariksa canggih terbaru milik Iran yang beroperasi sebagai bagian dari jaringan pertahanan udara terintegrasi negara tersebut.

IRGC juga mengklaim Washington kembali menggunakan MQ-1 setelah mengalami kerugian besar pada armada drone MQ-9.

Menurut IRGC, MQ-1 dikenal dengan julukan “Beast of Kandahar” setelah mencatat sekitar 20.000 jam penerbangan di Afghanistan. Drone tersebut sebelumnya telah dipensiunkan dari dinas militer AS dan digantikan oleh MQ-9.

“AS terpaksa kembali menggunakan MQ-1 setelah sebagian besar armada MQ-9 mengalami kehancuran,” kata IRGC, dikutip dari Anadolu.

Ketegangan di Selat Hormuz

Serangkaian insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan Iran dan Amerika Serikat terkait Selat Hormuz. Kedua negara masih berselisih mengenai pelayaran dan navigasi di jalur perairan strategis tersebut.

Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi lalu lintas energi global. Ketegangan di kawasan tersebut berpotensi meningkatkan kekhawatiran mengenai keamanan pelayaran dan pasokan energi.

Konfrontasi terbaru antara Iran dan AS berlangsung setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan berskala besar terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut menyasar sejumlah gedung pemerintah, fasilitas militer, infrastruktur rudal, serta sistem pertahanan udara Iran.

Iran kemudian merespons dengan serangan rudal dan drone terhadap Israel serta pangkalan-pangkalan militer AS di sejumlah wilayah kawasan. Konflik tersebut kemudian meluas ke berbagai bagian kawasan, sementara upaya diplomatik terus dilakukan untuk menghentikan permusuhan.

Klaim terbaru mengenai penembakan drone MQ-1 menambah ketegangan di sekitar Selat Hormuz, terutama ketika kedua negara masih berselisih mengenai keamanan dan kebebasan navigasi di jalur perairan strategis tersebut.

Baca juga: Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Ditutup hingga AS Penuhi Komitmen

(Willy Haryono)