Audiensi kebangsaan bersama generasi muda di Rumah Kebangsaan MPR, Jakarta. Dok Istimewa.
Bukan Sekadar Konsumen, Generasi Muda Didorong Ciptakan Inovasi
Arga Sumantri • 25 September 2026 21:01
Jakarta: Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), mengajak generasi muda Indonesia tidak berhenti pada pencapaian personal, tetapi menjadikan prestasi, kreativitas, dan platform yang mereka miliki sebagai kekuatan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan memajukan Indonesia.
Pesan tersebut disampaikan Ibas dalam audiensi kebangsaan bersama generasi muda di Rumah Kebangsaan MPR, Jakarta. Audiensi dihadiri generasi muda dari berbagai daerah, termasuk Mojang Jajaka Jawa Barat, Kang Nong Banten, Abang None Jakarta, serta para duta pemuda dan olahraga.
Ibas menilai generasi muda memiliki posisi strategis dalam menghadapi perubahan zaman yang berlangsung cepat. Mulai dari perkembangan kecerdasan buatan, transformasi digital, perubahan iklim, dinamika ekonomi global, hingga perubahan lanskap dunia kerja.
"Jangan kita menjadi penonton. Kalian harus menjadi pembuat, bukan hanya sekadar konsumen. Kalian juga bisa menjadi kreator, bukan hanya follower, tetapi juga leader — to lead the way," ujar Ibas dalam keterangan tertulis, Jumat, 25 September 2026.
"Kebhinekaan adalah sebuah identitas, kreativitas adalah sebuah kekuatan, dan pariwisata adalah jendela Indonesia menuju dunia," kata Ibas.
Ibas secara khusus mengajak para Mojang Jajaka, Kang Nong, dan Abang None untuk melihat prestasi dan gelar yang mereka raih bukan sebagai tujuan akhir. Menurutnya, mahkota, selempang, maupun gelar juara dapat menjadi platform untuk memperkenalkan budaya, mengembangkan UMKM, mempromosikan destinasi wisata, serta memperkuat ekonomi kreatif Indonesia.
"Jangan cuma berhenti dari urusan mahkota. Coba kalian lanjutkan bagaimana gelar juara dan selempang yang kalian miliki hari ini menjadi platform untuk memajukan Indonesia, budaya, UMKM, pariwisata, dan ekonomi kreatif," ujarnya.

Audiensi kebangsaan bersama generasi muda di Rumah Kebangsaan MPR, Jakarta. Dok Istimewa.
Generasi Muda Menghadapi Era AI
Ia juga mengingatkan bahwa generasi muda saat ini hidup dalam lingkungan teknologi yang berbeda dibanding generasi sebelumnya. Kehadiran artificial intelligence (AI), media sosial, algoritma, serta arus informasi yang sangat cepat menghadirkan peluang sekaligus tantangan.Menurut Ibas, generasi muda perlu memiliki kemampuan literasi, berpikir kritis, karakter, dan adab agar mampu memanfaatkan teknologi secara produktif.
"Mari kita perkuat ilmu, mari kita perkuat karakter, mari kita perkuat adab kita," tegasnya.
Ibas menilai pendidikan juga harus adaptif terhadap perkembangan teknologi, namun tetap berakar pada nilai-nilai Indonesia. Pesan tersebut sejalan dengan perhatian Ibas dalam sejumlah forum sebelumnya terhadap perkembangan AI, ekonomi kreatif, dan peran generasi muda dalam menghadapi transformasi digital.