Iran Klaim Paksa Kapal Tanker AS Mundur dari Selat Hormuz

Kapal perang AS terlihat di dekat Selat Hormuz. (Anadolu Agency)

Iran Klaim Paksa Kapal Tanker AS Mundur dari Selat Hormuz

Muhammad Reyhansyah • 28 May 2026 19:17

Teheran: Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) disebut memaksa sebuah kapal tanker Amerika Serikat (AS) yang mencoba melintasi Selat Hormuz secara ilegal untuk berbalik arah setelah mengabaikan pembatasan yang diberlakukan Iran.

Menurut laporan Tasnim News Agency, Kamis, 28 Mei 2026 yang mengutip sumber militer yang tidak disebutkan namanya mengatakan kapal tanker minyak AS tersebut mencoba melewati Selat Hormuz setelah mematikan sistem pelacaknya.

“Namun, setelah respons cepat dan tegas dari Angkatan Laut IRGC, termasuk tembakan peringatan yang diarahkan ke kapal, tanker itu dipaksa berhenti dan mundur,” demikian laporan tersebut, dikutip dari Press TV.

Sumber itu juga mengatakan pasukan AS kemudian melepaskan tembakan ke area terbuka di dekat Kota Bandar Abbas.

Menurutnya, laporan sebelumnya mengenai suara ledakan yang terdengar di wilayah timur kota tersebut berkaitan dengan insiden itu.

Pernyataan tersebut muncul setelah adanya laporan suara ledakan dari arah kawasan timur Bandar Abbas.

Iran menutup Selat Hormuz bagi musuh dan sekutunya setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terbaru terhadap Republik Islam Iran pada 28 Februari.

Tehran kemudian memperketat pengawasan di jalur perairan tersebut setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan blokade terhadap kapal dan pelabuhan Iran, yang menurut Tehran melanggar ketentuan gencatan senjata yang sebelumnya diumumkan sendiri oleh Trump.

Iran Perketat Pengawasan Hormuz

Angkatan Laut IRGC sebelumnya berjanji menegakkan arahan “bersejarah” dari Pemimpin Revolusi Islam Iran Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei terkait Teluk Persia dan Selat Hormuz.

Melalui arahan tersebut, Ayatollah Khamenei menegaskan pihak asing dengan rencana “berniat jahat” terhadap Teluk Persia tidak memiliki tempat di kawasan itu “kecuali di dasar perairannya.”

Pada 20 Mei, otoritas Iran yang mengawasi Selat Hormuz menetapkan zona pengawasan jalur perairan tersebut.

Zona itu disebut mencakup garis yang menghubungkan Gunung Mubarak di Iran dengan Fujairah selatan di Uni Emirat Arab (UEA) di sisi timur selat, hingga garis yang menghubungkan ujung Pulau Qeshm di Iran dengan Umm Al Quwain di UEA di sisi barat selat.

Sejauh ini, Angkatan Laut IRGC disebut telah menerbitkan izin pelayaran bagi puluhan kapal untuk melintasi jalur perairan tersebut sesuai instruksi pemerintah Iran.

Baca juga:  Balas Serangan di Bandar Abbas, IRGC Gempur Pangkalan Udara AS di Kuwait

(Willy Haryono)