Bappenas Siapkan Arah Pembangunan Indonesia Pasca-2030, Ini Detailnya

Ilustrasi, Gedung Bappenas. Foto: dok Bappenas.

Bappenas Siapkan Arah Pembangunan Indonesia Pasca-2030, Ini Detailnya

Husen Miftahudin • 31 May 2026 11:45

Jakarta: Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy menyatakan pihaknya berkomitmen dalam menyiapkan arah pembangunan pasca-2030.

Hal ini seiring dengan pelaksanaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs) yang telah memasuki fase akhir menjelang 2030, sekaligus makin intensifnya pembahasan terkait Beyond 2030 Agenda di komunitas internasional.

"Beyond 2030 bukan hanya agenda dunia, tetapi betul-betul agenda untuk kita. Agenda ini bukan sekadar agenda global, melainkan agenda strategis bagi Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan, mulai dari krisis iklim, stagnasi ekonomi global, konflik geopolitik, hingga disrupsi teknologi," ucap Rachmat dikutip dari Antara, Minggu, 31 Mei 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Rachmat mengulas perjalanan Indonesia dalam pencapaian Millennium Development Goals (MDGs) dan SDGs. Menurut dia, Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam menurunkan kemiskinan ekstrem, memperluas akses pendidikan dasar, meningkatkan kesehatan ibu dan anak, hingga memperkuat pengelolaan lingkungan hidup.

"Indonesia adalah salah satu negara yang mampu mencapai tujuan-tujuan MDGs dengan cukup baik. Karena itu, ketika capaian SDGs Indonesia mencapai sekitar 62 persen, kita tidak perlu heran, justru harus yakin bahwa Indonesia memang memiliki kapasitas untuk mencapainya," tegas dia.
 

Baca juga: Indonesia-UNICEF Luncurkan Program CPAP 2026–2030, Perkuat Pemenuhan Hak Anak


(Ilustrasi. Foto: Medcom.id)
 

Tekankan tiga fondasi utama pembangunan 


Rachmat menekankan terdapat tiga fondasi utama pembangunan yang tak dapat ditawar, yakni kecukupan pangan, pendidikan yang memadai, dan jaminan kesehatan. Ketiga aspek tersebut dinilai menjadi dasar dalam menentukan arah pembangunan berkelanjutan pasca-2030.

Kepala Bappenas turut menegaskan pentingnya posisi Indonesia sebagai bridge builder dalam diskursus pembangunan global. Indonesia diharapkan mampu menjembatani kepentingan negara maju dan negara berkembang melalui prinsip universalitas, inklusivitas, kemitraan, dan Leave No One Behind (LNOB).

"Diskusi mengenai Agenda Beyond 2030 ke depan perlu terus dipersiapkan secara matang sejak dini. Meskipun tahun 2030 masih beberapa tahun lagi, langkah persiapan yang dilakukan lebih awal akan menghasilkan hasil yang lebih baik. Kita harus siaga, ibarat sedia payung sebelum hujan. Agar kita, Indonesia lebih siap menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa mendatang,: kata dia.

(Husen Miftahudin)