Kebakaran hutan di area Kaldera Bromo yang semakin meluas. Foto: Dokumentasi Balai Besar TNBTS.
Operasi Hujan Buatan jadi Tumpuan Penanganan Karhutla
Fachri Audhia Hafiez • 10 August 2026 15:48
Jakarta: Skema hujan buatan dinilai menjadi tumpuan dalam memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian meluas di Indonesia. Data hingga awal Agustus 2026, luas hutan terbakar mencapai lebih dari 107 ribu hektare.
"Menimbulkan hujan buatan yang dilakukan oleh BNPB, itu yang paling efektif," ujar Menko Polkam Djamari Chaniago dalam tayangan Breaking News Metro TV, Senin, 10 Agustus 2026.
Namun, efektivitas penciptaan hujan buatan tersebut menghadapi kendala teknis akibat keterbatasan ketersediaan bibit awan di wilayah terdampak. Keberadaan awan potensial untuk membuat hujan turun sejatinya sangat dibutuhkan.
"Ada satu persaratan yang harus kita hadapi, yaitu kita harus menemukan ada awan hujan, istilahnya awan hujan. Selama awan hujan itu tidak bisa kita temukan, tidak ada, kita tidak akan bisa membuat hujan buatan," ujar Djamari.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago. Foto: Dok. Breaking News Metro TV.
Guna mengantisipasi kendala tersebut, tim di lapangan memperketat pemantauan dinamika cuaca. Upaya ini dilakukan agar operasi modifikasi cuaca dapat segera dieksekusi saat potensi awan mulai terbentuk.
"Kita mewaspadai betul perubahan cuaca sedikit, apapun yang kira-kira akan memunculkan awan hujan, segera kita melakukan operasi modifikasi cuaca. Itu yang sangat membantu, karena cukup air besar jatuh dari udara dan dalam daerah yang sangat luas," terang Djamari.
Pemerintah menekankan pentingnya respons cepat dalam memanfaatkan momentum curah hujan, meski penanganan darat tetap harus berjalan tanpa menggantungkan harapan sepenuhnya pada faktor cuaca.