Qris, dok: qris interactive
Waspada QRIS Palsu, Kenali Modus Penipuan dan Cara Menghindarinya
Putri Purnama Sari • 21 July 2026 19:27
Jakarta: Pembayaran menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) kini menjadi pilihan utama masyarakat karena dinilai praktis, cepat, dan aman. Hampir seluruh pelaku usaha, mulai dari pedagang kaki lima hingga pusat perbelanjaan, telah menyediakan metode pembayaran ini.
Namun, di balik kemudahannya, masyarakat juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan digital. Salah satunya adalah penipuan QRIS palsu, yaitu tindakan pelaku yang mengganti atau menempelkan kode QR palsu di atas QRIS asli milik merchant agar uang pembayaran masuk ke rekening mereka.
Modus ini semakin sering ditemukan di sejumlah tempat usaha karena pelaku memanfaatkan kelengahan konsumen yang terburu-buru saat melakukan pembayaran.
QRIS palsu merupakan salah satu bentuk penipuan digital yang dilakukan dengan memalsukan kode QR pembayaran. Pelaku biasanya mencetak kode QR miliknya sendiri, kemudian menempelkannya di atas QRIS resmi yang dipasang oleh pemilik usaha.
Sekilas, kode tersebut tampak sama seperti QRIS asli sehingga sulit dibedakan hanya dari tampilannya. Akibatnya, saat pelanggan melakukan pembayaran, dana justru masuk ke rekening pelaku, bukan ke rekening merchant yang seharusnya menerima pembayaran.
Modus ini dikenal pula dengan istilah quishing atau QR code phishing, yaitu upaya penipuan yang memanfaatkan kode QR untuk mengelabui korban.
Cara Menghindari Penipuan QRIS Palsu

Ilustrasi Qris
Agar transaksi tetap aman, masyarakat perlu lebih teliti sebelum menyelesaikan pembayaran menggunakan QRIS. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan.
1. Pastikan Nama Merchant Sesuai
Sebelum menekan tombol bayar, periksa terlebih dahulu nama penerima yang muncul pada aplikasi pembayaran.
Nama merchant yang tertera harus sesuai dengan nama toko atau pelaku usaha tempat Anda bertransaksi. Jika muncul nama yang berbeda atau tidak dikenal, sebaiknya batalkan transaksi dan konfirmasi kepada kasir.
2. Perhatikan Kondisi Stiker QRIS
Luangkan waktu sejenak untuk melihat kondisi fisik QRIS yang dipasang. Apabila terlihat seperti ditempel berlapis, rusak, atau terdapat stiker tambahan yang mencurigakan, jangan langsung melakukan pembayaran. Ada kemungkinan QRIS tersebut telah diganti oleh pelaku kejahatan.
3. Gunakan Aplikasi Pembayaran Resmi
Lakukan pembayaran menggunakan aplikasi mobile banking atau dompet digital resmi yang telah berizin dan diawasi oleh Bank Indonesia.
Aplikasi resmi umumnya memiliki sistem keamanan yang dapat membantu pengguna memverifikasi identitas merchant sebelum transaksi diproses.
4. Jangan Terburu-buru Menyelesaikan Pembayaran
Banyak korban tertipu karena terburu-buru saat membayar. Biasakan memeriksa kembali informasi pembayaran, termasuk nama merchant dan nominal transaksi, sebelum menekan tombol konfirmasi.
Baca Juga :
5. Simpan Bukti Pembayaran
Setelah transaksi berhasil, simpan bukti pembayaran yang muncul pada aplikasi. Bukti tersebut dapat digunakan apabila terjadi kesalahan transaksi atau diperlukan saat melaporkan dugaan penipuan.
6. Segera Laporkan Jika Menemukan Kejanggalan
Apabila menemukan QRIS yang mencurigakan atau menyadari pembayaran masuk ke rekening yang tidak sesuai, segera laporkan kepada pengelola toko, penyedia layanan pembayaran, atau pihak berwenang agar dapat segera ditindaklanjuti.