Ilustrasi. Foto: dok MI/Susanto.
Pengguna QRIS Melonjak, Ekonomi Digital di Daerah Kian Bergeliat
Ade Hapsari Lestarini • 2 July 2026 18:34
Jakarta: Transformasi ekonomi digital di daerah terus menunjukkan perkembangan positif seiring meluasnya adopsi pembayaran nontunai dan meningkatnya kolaborasi antara regulator, pelaku industri, serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Penguatan ekosistem pembayaran digital dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif sekaligus meningkatkan daya saing UMKM.
Momentum tersebut tercermin dalam penyelenggaraan Karya Kreatif Mataraman (KKM) & DIGIMAFEST 2026 yang digelar Bank Indonesia (BI) di Kediri. Kegiatan ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk mempercepat transformasi digital melalui peningkatan literasi keuangan, perluasan penggunaan pembayaran digital, serta pengembangan inovasi layanan keuangan berbasis teknologi.
Salah satu penyedia layanan pembayaran digital, ShopeePay, turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya mendukung digitalisasi UMKM, memperkuat literasi keuangan, dan memperluas penggunaan pembayaran digital.
Mengusung tema "Sinergi dan Inovasi Digital untuk Akselerasi Ekonomi Berkelanjutan", kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antara regulator, penyedia layanan pembayaran digital, pelaku UMKM, dan masyarakat.
Di Kediri, jumlah pengguna aktif QRIS ShopeePay di Kota dan Kabupaten Kediri tercatat tumbuh lebih dari 70 persen dalam beberapa bulan terakhir. Pertumbuhan tersebut mencerminkan meningkatnya penggunaan pembayaran digital dalam aktivitas ekonomi masyarakat.
Presiden Direktur ShopeePay Indonesia Eka Nilam Dari mengatakan transformasi ekonomi digital yang berkelanjutan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
"Kami percaya pembayaran digital tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga membuka akses lebih luas bagi UMKM untuk berkembang dan berpartisipasi dalam ekonomi digital. Karena itu, ShopeePay terus mendukung berbagai inisiatif BI untuk memperluas adopsi pembayaran digital sekaligus membangun ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan," ujar dia, dalam keterangan tertulis, Kamis, 2 Juli 2026.
Menurut Eka, peningkatan penggunaan layanan digital juga perlu diimbangi dengan edukasi mengenai keamanan transaksi agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi keuangan secara aman dan bertanggung jawab.

Ilustrasi. Foto: Medcom.
Dorong inovasi pembayaran digital
Sebagai bagian dari rangkaian KKM & DIGIMAFEST 2026, ShopeePay menghadirkan booth interaktif yang memberikan edukasi mengenai manfaat pembayaran digital, praktik transaksi aman, serta penggunaan layanan keuangan digital secara bijak.
Perusahaan juga berpartisipasi dalam talkshow bertajuk "KLIK AMAN: Perempuan Cerdas Finansial, Aman di Era Digital" bersama Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sesi tersebut membahas pentingnya literasi keuangan dan pelindungan konsumen di tengah meningkatnya penggunaan layanan keuangan digital.
Selain edukasi, ShopeePay juga mendukung digitalisasi UMKM melalui berbagai inovasi pembayaran, termasuk QRIS Tap berbasis Near Field Communication (NFC) dan QRIS Antarnegara (cross-border QRIS). Inovasi tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha memperluas jangkauan pelanggan, meningkatkan efisiensi operasional, dan mempermudah pencatatan transaksi.
ShopeePay juga memperkuat edukasi mengenai keamanan transaksi digital dengan mengajak masyarakat mengenali berbagai modus kejahatan siber, seperti phishing, social engineering, penyalahgunaan One-Time Password (OTP), hingga modus layanan pelanggan palsu.
Masyarakat juga diberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kerahasiaan PIN dan OTP serta langkah yang perlu dilakukan apabila akun diduga disalahgunakan.
Di sisi sistem, perusahaan menerapkan berbagai lapisan keamanan, mulai dari enkripsi data, proses Know Your Customer/Merchant (KYC/M), Fraud Detection System (FDS), pembaruan data pengguna secara berkala, pemantauan Anti-Money Laundering (AML), hingga patroli siber untuk membantu mencegah aktivitas ilegal, termasuk transaksi yang berkaitan dengan judi online.
Pelindungan pengguna juga diperkuat melalui audit keamanan berkala serta penerapan autentikasi dua faktor (two-factor authentication/2FA) menggunakan OTP pada proses pembuatan maupun perubahan PIN.
"Melalui kolaborasi bersama BI dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, ShopeePay berkomitmen menghadirkan inovasi yang memperluas akses pembayaran digital, memperkuat pelindungan konsumen, serta mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang inklusif, aman, dan berkelanjutan," tutup Eka.