Prajurit Kodaeral VI saat melakukan penyisiran untuk melakukan operasi SAR menggunakan KRI Marlin-877 mencari korban tenggelam dari Kapal Layar Motor (KLM) Nurul Salsa 01 di Laut Flores, berbatasan perairan Kepulauan Selayar, Sulsel, Kamis (16/7/2026). AN
Update Pencarian Korban Tenggelam KLM Nurul Salsa, 52 Selamat 16 Masih Hilang
Whisnu Mardiansyah • 16 July 2026 21:17
Makassar: Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VI mengerahkan prajurit yang bertugas di Kapal Perang (KRI) Marlin-877 untuk melaksanakan operasi pencarian, pertolongan, dan evakuasi (SAR) terhadap kapal penumpang KLM Nurul Salsa 01 yang karam di Laut Flores, dekat perairan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
Komandan Kodaeral VI Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz menyampaikan proses pencarian dan evakuasi korban dilaksanakan dengan menyisir perairan menggunakan KRI Marlin-877.
"Setelah kami dapat informasi tentang kapal penumpang KLM Nurul Salsa 01 di Laut Flores, sebelah selatan Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, prajurit langsung dikerahkan melakukan penyisiran dari dermaga Mako Kodaeral VI ini," ujar Laksda TNI Andi Abdul Aziz, di Makassar, seperti dilansir Antara, Kamis, 16 Juli 2026.
Laksda TNI Andi Abdul Aziz memaparkan peristiwa berawal pada Rabu, 15 Juli 2026, pukul 05.00 Wita, ketika KLM Nurul Salsa 01 bertolak dari Pelabuhan Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng, Selayar.
Sekitar pukul 09.30 Wita, mesin utama kapal mengalami kerusakan total di posisi 06° 41' 750" LS – 120° 22' 993" BT. Situasi bertambah buruk ketika pompa pembuangan air (alkon) rusak pada pukul 10.00 Wita, sehingga air laut terus merembes masuk ke lambung kapal. Pada pukul 16.00 Wita, kapal dinyatakan tenggelam di posisi 06° 56' 122" LS – 120° 10' 188" BT.
Ia mengungkapkan, setelah menerima laporan resmi dari Kantor SAR Makassar pada pukul 15.50 Wita, Kodaeral VI langsung menugaskan KRI Marlin-877 dengan perlengkapan personel, peralatan keselamatan, serta bekal logistik yang memadai.
Lima personel dari Kantor SAR Makassar turut serta memperkuat tim operasi. Kapal perang andalan Kodaeral VI ini akhirnya berlayar meninggalkan Dermaga Layang Mako Kodaeral VI pada pukul 20.03 Wita menuju lokasi kejadian.
Proses Pencarian dan Evakuasi Korban
Laksda TNI Andi Abdul Aziz menerangkan, pada Kamis, 16 Juli 2026, pukul 02.00 Wita, KRI Marlin-877 sampai di perairan Pulau Polassi dan langsung melakukan pengumpulan data serta penyisiran awal. Pukul 07.00 Wita, kapal tiba tepat di titik tenggelamnya KLM Nurul Salsa 01 dan menjalankan pencarian intensif selama dua jam.
Berdasarkan data yang telah diverifikasi hingga pukul 11.00 Wita, total korban yang berhasil dievakuasi mencapai 52 orang. Rinciannya, enam orang ditolong oleh nelayan setempat dan dibawa ke Pulau Polassi, sementara 46 orang lainnya dievakuasi oleh KLM Harapan Kita ke Pulau Jampea. Dari 46 orang tersebut, 45 dinyatakan selamat dan satu orang meninggal dunia.
Namun demikian, setelah dilakukan pencocokan daftar awak dan penumpang sementara, masih ada 16 orang yang belum diketahui keberadaannya. Data ini bersifat sementara dan terus diverifikasi secara menyeluruh bersama pihak berwenang, pemerintah daerah, serta keluarga korban.

Proses pencarian korban kapal KM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan Selayar, Sulawesi Selatan, Kamis, 16 Juli 2026. Istimewa.
"KRI Marlin-877 kini telah tiba di Pelabuhan Laut Jampea untuk berkoordinasi lanjutan sekaligus memastikan kondisi korban yang telah dievakuasi ke darat," terang Laksda TNI Andi Abdul Aziz, Kamis, 16 Juli 2026.
Tim juga telah bersiap melaksanakan penyisiran ulang yang lebih luas, meliputi titik awal gangguan mesin, titik tenggelam, perairan sekitar Pulau Polassi, jalur lintas menuju Pulau Jampea, serta area perkiraan hanyut korban berdasarkan arus laut dan kondisi cuaca.
"Kami tidak akan berhenti mencari sampai seluruh nyawa ditemukan. Kami juga membuka saluran koordinasi dengan seluruh nelayan dan kapal yang melintas untuk saling bertukar informasi demi keberhasilan operasi ini," ucap Laksda TNI Andi Abdul Aziz.